INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Pengurus Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Cabang Parepare ikut berpartisipasi dalam menyambut Ramadan 1445 H dengan menggelar simaan Al-Qur’an. Dalam kegiatan ini, JQH NU Cabang Parepare berkontribusi sebanyak 125 majelis simaan.
Ketua PC JQH NU Parepare, Hisbul Rauf, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program PW JQH NU Sulsel. PW JQH NU Sulsel menyelenggarakan simaan Al-Qur’an sebanyak 1.000 majelis, melibatkan 12 pengurus cabang JQH NU Se Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Partisipasi kami terdiri dari 125 majelis simaan yang tersebar di berbagai tempat, termasuk di Rujab Walikota Parepare, Masjid Terapung, Masjid Al Irsyad, rumah warga, dan Pondok Pesantren,” ungkap Hisbul Rauf.
Ketua Panitia, Dr. Sadly Mustapa, menyatakan bahwa kegiatan simaan Al-Qur’an sebanyak 1.000 majelis merupakan yang terbesar sejauh ini. Target sebenarnya 1.000 majelis, namun antusias lembaga tahfidz di Sulsel melebihi harapan panitia dengan mencapai 1.631 majelis.
“Simaan Al-Qur’an kali ini adalah yang terbesar, melibatkan banyak majelis. Antusiasme lembaga tahfidz di Sulsel sungguh luar biasa, melebihi ekspektasi kami sebelumnya. Semoga ini menjadi tanda kebangkitan tahfidz, khususnya di Sulawesi Selatan,” ujar Sadly Mustapa.
Ketua PW JQH NU Sulsel, Al-Hafidz KH Syam Amir Yunus, menyampaikan terima kasih kepada semua lembaga tahfidz yang ikut serta dalam simaan Al-Qur’an ini. Kegiatan ini merupakan program utama PW JQH NU Sulsel untuk meningkatkan SDM hafidz-hafidzah, khususnya melalui simaan Al-Qur’an.
“Kami berharap keberkahan Al-Qur’an sebagai petunjuk dapat menyebar, khususnya di Sulawesi Selatan. Semoga kegiatan ini menjadi wadah syiar Al-Qur’an dan dapat memperkokoh persatuan di antara para hafidz dan hafidzah di Sulsel,” tutur KH Syam Amir Yunus.
Ia juga berharap agar simaan Al-Qur’an dapat menjalin hubungan baik dan memperkuat persatuan di antara para hafidz dan hafidzah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan SDM para hafidz dan lembaga tahfidz yang berada di bawah naungan NU.
“Semoga di tahun mendatang, jumlah lembaga dan majelis simaan Al-Qur’an ini dapat bertambah, bahkan mencapai 2.000 majelis dan seterusnya. Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan tahfidz di Sulsel,” harapnya.
Rais Syuriah JQH NU Pusat, Walid Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad, MA, juga berharap agar simaan ini menjadi momentum kebangkitan cinta terhadap Al-Qur’an. Ia menyatakan kebahagiaannya terlibat dalam pelaksanaan simaan Al-Qur’an ini dan menyampaikan bahwa barangsiapa mensyiarkan Al-Qur’an, Allah akan mencintainya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan dan kecemerlangan para hafidz dan hafidzah di Sulsel. Simaan Al-Qur’an tahun ini diharapkan menjadi tahun kebangkitan tahfidz di Sulsel.(*)