Orang Tua Capas Soroti Seleksi Paskibraka Di Pinrang: Tidak Jelas Dan Amburadul

INSIDENNEWS.com, PINRANG– Orang tua Calon Paskibraka (Capas) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengungkapkan kebingungan terkait petunjuk teknis atau juknis seleksi penerimaan calon anggota Paskibraka, dan dikabarkan sebanyak 20 orang calon yang sebelumnya dianggap tidak memenuhi syarat dan telah gugur namun dipanggil kembali mengikuti pengukuran ulang tinggi badan.

” 18 orang diketahui lulus kembali setelah mendapat panggilan mengikuti pengukuran ulang tinggi badan, dan mereka diduga tidak mengikuti seleksi Samapta dan PBB, “ujar Orang tua capas yang tidak ingin disebutkan namanya ini.

Seleksi Capas kali ini, kata dia, tidak jelas dan dianggap amburadul. Pasalnya, ia tidak mendapat penjelasan dari panitia alasan mengapa 20 orang tersebut dipanggil untuk melakukan pengukuran ulang tinggi badan.

” Walaupun alasan panitia, bukan pemanggilan ulang. Dan panitia mengatakan ada yang belum lengkap administrasi yang harus dikirim ke Aplikasi pusat, seperti foto kata panitia. Namun, itu tidak dijelaskan sebelumnya ke kami. Dan kenapa baru sekarang mereka jelaskan, itupun melalui media. Nah itu yang membuat kami kecewa dan kami anggap itu pemanggilan ulang kepada capas yang dianggap gugur sebelumnya,”tegasnya.

Yang kami sesalkan, lanjutnya, Kepala Badan Kesbangpol Pinrang, Syahrir Pawittoi yang juga selaku Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota Paskibraka Pinrang, tidak memberikan tanggapan terkait hal ini.

Diketahui, sebelumnya diberitakan Fathul Akbar Syarif, anggota panitia seleksi, memberikan klarifikasi terkait pemanggilan terhadap 20 orang Capas yang dianggap gugur pada pengukuran pertama.

” Sebenarnya, bukan pemanggilan ulang. Namun, ada yang belum lengkap seperti foto yang harus dikirim ke Aplikasi pusat, ini sebenarnya yang menjadi polemik karena kami tidak dijelaskan sebelumnya bahwa untuk menginput nilai peserta seleksi harus disertai foto, Jadi belum ada keputusan lulus atau tidak karena pada aplikasi status mereka *masih diseleksi* belum ada kata lolos dan tidak lolos, hanya tertunda saja atau belum bisa terferivikasi oleh aplikasi pusat yang menuntut nilai parade disertai foto masing peserta ketika diukur tingginya,”ujarnya.

Bahkan untuk mematenkan ukuran tinggi badan, kata Fathul Akbar Syarif, pelaksanaannya dilakukan sehati hati mungkin dengan menghadirkan dan diukur langsung oleh penanggung jawab tim kesehatan serta saksi dari beberapa capas yang ditunjuk secara langsung untuk menyaksikan hasil pengukuran teman teman mereka sesama peserta seleksi paskibraka.

Selain itu, Fathul Akbar Syarif menjelaskan, kami memahami kekhawatiran dan pertanyaan dari orang tua calon Paskibraka. Keputusan ini diambil agar semua proses seleksi dapat berjalan secara adil dan akurat. Panitia berkomitmen untuk menjalankan proses ini dengan transparan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *