INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Yayasan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (YLP2EM) Mitra Bakti melaksanakan program bertema “Penguatan Kapasitas Forum Media dan Jurnalis dalam Menganalisis Pemberitaan Perspektif Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) serta Perubahan Iklim”, Selasa (7/10/2025), di Media Kafe Pare Pos, Kota Parepare.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah jurnalis, pegiat media, dan pemerhati sosial. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pare Pos, Akbar Hamdan, yang hadir sebagai narasumber, mengajak insan media untuk memperkuat perhatian terhadap isu perubahan iklim dan inklusi sosial.
Ia menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan persoalan nyata yang kini berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Mudah-mudahan silaturahmi ini tidak pernah terputus. Kita saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tanpa ada niat menggurui, karena setiap orang memiliki kapasitas dan kemampuan masing-masing yang berguna bagi pembangunan kota ke depan,” ujar Akbar Hamdan.
Dalam paparannya, Akbar menjelaskan bahwa perubahan iklim terjadi akibat efek rumah kaca yang disebabkan oleh pemanasan global. Ia menyebut, lapisan ozon yang menipis serta emisi gas metana dari pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, dan pembakaran lahan, menjadi faktor utama yang menyebabkan peningkatan suhu bumi secara ekstrem.
“Dampak yang paling terasa adalah naiknya permukaan air laut. Kalau kita lihat di pesisir Parepare, garis pantainya sudah jauh bergeser dibandingkan tahun 90-an,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti hilangnya daerah resapan air di beberapa wilayah Parepare, seperti di Lumpue, yang kini berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman dan komersial. Akibatnya, ketika hujan deras disertai air pasang, wilayah tersebut kerap mengalami banjir.
Lebih jauh, Akbar menilai bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi memperburuk kondisi sosial masyarakat. Suhu panas ekstrem, menurutnya, dapat menimbulkan stres dan ketegangan sosial yang bahkan bisa berujung pada meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga maupun konflik sosial.
“Perubahan iklim ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal kemanusiaan. Karena itu, penting bagi kita semua, terutama media, untuk memiliki persepsi yang sama dalam mengawal isu perubahan lingkungan,” pungkasnya.
Program ini menjadi ruang dialog penting bagi insan media untuk memperkuat pemahaman terhadap isu Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta dampak perubahan iklim yang semakin terasa di daerah-daerah, termasuk di Kota Parepare. (*)