HUT ke-81 RI, Warga BTN Pepabri Satu Pintu Gelar Upacara dengan Seragam Beragam

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Warga BTN Pepabri Satu Pintu, depan Kuburan Cina, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Lapadde, Kota Parepare, menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Upacara tersebut diikuti sekitar 56 peserta, terdiri atas anak-anak hingga orang tua. Uniknya, peserta mengenakan beragam seragam profesi dan pakaian yang mencerminkan semangat nasionalisme, seperti seragam sekolah SD dan SMA, guru, Bayangkari, dokter, Satpam, kebaya, hingga pakaian lainnya.

Pemimpin upacara, Yusmira, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menjaga semangat nasionalisme yang masih kuat di lingkungan BTN Pepabri Satu Pintu, yang mayoritas merupakan keluarga dan anak-anak tentara.

“Kenapa kita adakan 17-an ini, karena kita rata-rata di sini anak tentara, sehingga rasa nasionalisme masih kental,” tuturnya.

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI juga menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Kita adakan ini betul-betul supaya mengingat bahwa jasa pahlawan kita tidak akan terlupakan dan akan kami kenanang selama-lamanya.

Yusmira menjelaskan, penggunaan seragam yang beragam merupakan bagian dari kreativitas warga dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.

“Alasan kami memakai seragam beragam, supaya terkesan lebih kreatif,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan tahun sebelumnya dalam rangka HUT ke-80 RI. Namun, jumlah peserta saat itu belum sebanyak tahun ini.

“Kemarin juga kami mengadakan upacara kemerdekaan ke-80, tapi personelnya tidak terlalu banyak. Hari ini jumlah peserta yang hadir kurang lebih sekitar 30 orang, baik anak-anak maupun orang tua,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak warga, khususnya kaum laki-laki.

“Ke depannya semoga bisa mengadakan upacara semeriah mungkin dan bisa melibatkan kaum laki-lakinya. Hari ini ada beberapa yang sakit sehingga tidak sempat mengikuti upacara kemerdekaan ke-81,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *