INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman resmi membuka Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur Sulsel 2026 di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Sabtu (29/8/2026). Turnamen ini ditargetkan menjadi wadah pencarian dan pembinaan bibit unggul sepak bola Sulsel untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Pembukaan turnamen berlangsung sekitar pukul 14.00 WITA dan turut diramaikan laga ekshibisi yang mempertemukan PSM Makassar dengan Andalan FC. Kehadiran kedua tim diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para pemain yang ambil bagian dalam kompetisi.
Andi Sudirman mengatakan, Piala Gubernur Sulsel tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk melihat potensi pemain-pemain daerah yang dapat diproyeksikan memperkuat Sulawesi Selatan di ajang PON.
“Ini ajang kedua nanti, insyaallah yang terbaik. Tolong provinsi, ketua panitianya dilihat-lihat yang bisa mewakili nanti untuk ikut PON tahun depan. Mudah-mudahan Sulawesi Selatan sudah bisa berbicara sepak bola,” ujar Andi Sudirman.
Ia menambahkan, pemerintah akan memberikan apresiasi khusus kepada tim yang keluar sebagai juara. Selain memperoleh trofi dan hadiah, juara pertama juga direncanakan mendapat kesempatan mengikuti jamuan makan malam di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Dalam turnamen tersebut, total hadiah yang disiapkan mencapai Rp500 juta. Menurut Andi Sudirman, hadiah tersebut menjadi salah satu nilai hadiah terbesar dalam turnamen sepak bola yang digelar pemerintah provinsi.
“Khusus hadiah ada Rp500 juta. Ini pertama terbesar liga-liga yang tiga provinsi yang kita adakan. Termasuk hadiahnya ada pialanya. Piala ini didesain khusus oleh anak saya,” ungkapnya.
Pelaksanaan Piala Gubernur Sulsel dibagi dalam sejumlah wilayah regional, di antaranya Parepare untuk wilayah Ajatappareng, Palopo untuk regional Luwu, Bone untuk wilayah Bosowasi, serta Jeneponto untuk wilayah selatan Sulawesi Selatan.
Andi Sudirman mengatakan, penyelenggaraan turnamen ke depan akan dilakukan secara bergilir di sejumlah daerah. Hal tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada para pemain untuk bertanding di berbagai wilayah sekaligus memperluas pembinaan sepak bola di Sulsel.
“Kemudian nanti digilir tempat-tempat pelaksananya. Bisa pindah ke Toraja, Wajo, Bulukumba atau Selayar, supaya pemain-pemain kita bisa tandang-tandang,” jelasnya.
Selain kompetisi senior, pemerintah provinsi juga berencana mengembangkan pertandingan sepak bola usia dini melalui anggaran perubahan. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan pemain sejak usia muda.
Andi Sudirman juga meminta seluruh peserta mengedepankan sportivitas selama pertandingan. Menurutnya, kompetisi bukan semata-mata soal kemenangan, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat persaudaraan antarpemain.
“Saya minta sportivitas dari pertandingan olahraga. Dapat olahraganya, dapat kebugarannya, juga dapat hadiahnya. Dan paling penting sportivitas dan keakraban kita bisa terjadi di lapangan,” pungkasnya. (*)