BPS Parepare Masih Kejar 15 Persen Data Sensus Ekonomi yang Belum Lengkap

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare masih memaksimalkan pendataan Sensus Ekonomi. Hingga saat ini, sekitar 15 persen data masih berstatus menunggu dan belum lengkap, sehingga petugas terus melakukan tindak lanjut terhadap masyarakat maupun pelaku usaha yang belum terdata.

Kepala BPS Parepare, Dian Ernawaty, mengatakan, masih ada sejumlah masyarakat dan pelaku usaha yang belum berhasil ditemui petugas karena memiliki kesibukan atau sedang tidak berada di tempat saat kunjungan pendataan dilakukan.

“Ada beberapa yang kalau misalnya dikunjungi petugas itu tidak ada. Adanya setiap Sabtu-Minggu, akhir pekan. Akhir pekan pun mereka liburan,” tutur Dian, saat konfimasi diruangnya, Selasa (2/9/2026) kemarin.

Ia menjelaskan, petugas masih melakukan kunjungan ulang terhadap responden yang sebelumnya belum dapat ditemui. Selain itu, BPS juga masih melengkapi data usaha yang membutuhkan konfirmasi dari kantor pusat.

Menurut Dian, kondisi tersebut terutama terjadi pada usaha besar dan menengah yang merupakan cabang dari perusahaan yang berada di luar daerah, seperti Makassar, Surabaya, maupun Jakarta. Proses konfirmasi tersebut masih ditunggu dan ditargetkan dapat diselesaikan hingga 15 September.

“Kalau untuk progres sendiri, hitungannya sisa 15 persen yang masih status menunggu-menunggu itu,” ujarnya.

Selain pelaku usaha, BPS Parepare juga masih menyasar mahasiswa yang saat ini belum kembali ke Kota Parepare karena masih dalam masa liburan. Mereka menjadi salah satu kelompok yang akan ditindaklanjuti setelah kembali ke tempat tinggal atau kos masing-masing.

Untuk memaksimalkan pendataan, BPS Parepare juga menyiapkan mekanisme pengisian data secara mandiri bagi masyarakat yang belum sempat didatangi petugas. Mekanisme tersebut baru diperbolehkan pada tahap akhir pendataan sesuai dengan SOP dari kantor pusat.

Dian mengimbau masyarakat yang belum terdata agar kooperatif dan meluangkan waktu untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.

“Apabila sibuk, diluangkan waktunya sebentar. Atau kalau tidak, dilaporkan saja, saya tidak sempat untuk didatangi dan boleh saya mengisi sendiri. Itu boleh sekali,” katanya.

BPS Parepare nantinya akan membagikan tautan pengisian mandiri melalui media sosial. Masyarakat yang belum terdata juga dapat melaporkan diri melalui WhatsApp kantor BPS untuk kemudian mendapatkan tautan pengisian.

Selain melalui media sosial, BPS berencana melibatkan kelurahan dan OPD di lingkup Pemerintah Kota Parepare untuk membantu mengidentifikasi masyarakat maupun usaha yang belum masuk dalam pendataan.

Dian menegaskan, upaya tersebut dilakukan agar tidak ada data yang terlewat. Hasil Sensus Ekonomi diharapkan dapat menjadi salah satu basis data bagi pemerintah dalam memperbarui data sosial ekonomi masyarakat sekaligus mengetahui kondisi dan perkembangan usaha yang ada di Kota Parepare. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *