Air Pam Tidak Mengalir 3 Hari Dikeluhkan Warga! PAM Tirta Karajae Parepare: Efek Pemadaman Dari PLN

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Sejumlah warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengeluhkan aliran air PAM yang tidak mengalir atau mengalami tekanan rendah dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Wilayah Jalan Kelapa Gading hingga kini tidak mengalir hingga tiga hari berturut-turut.

Kondisi tersebut membuat warga Yasmin Garden 3 mengeluhkan dan mempertanyakan apakah terdapat pekerjaan perbaikan atau gangguan teknis pada jaringan yang menyebabkan aliran air belum sampai ke wilayah mereka. Hal ini membuat aktivitas warga yang bergantung pada pasokan air PAM ikut terganggu.

Salah satu penghuni Yasmin Garden 3, Asisah mengatakan, hingga saat ini air di rumahnya belum juga mengalir.

” Sudah tiga hari ini tidak mengalir. Apa penyebab aliran air tersebut tidak mengalir, apakah sedang dilakukan perbaikan jaringan atau apa. Karena, di kawasan Yasmin Garden 2, airnya sudah kembali mengalir sejak kemarin siang, sementara di Yasmin Garden 3 belum mengalir sama sekali,”jelasnya.

Asisah juga menyoroti informasi terkait penghentian aliran air. Ia berharap pemberitahuan kepada warga dapat disampaikan lebih awal apabila memang terdapat perbaikan atau gangguan pelayanan.

Sementara, melalui pelayanan PAM Tirta Karajae Parepare menyebut gangguan tersebut berkaitan dengan pemadaman listrik dari PLN. Pasalnya, sebagian besar sistem produksi air yang bersumber dari sumur dalam sangat bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan pompa.

” Efek pemadaman dari PLN.
Jadi apabila PLN padam otomatis off juga pompanya kami,
dan apabila sudah menyala, butuh waktu untuk pengisian,”ungkapnya melalui pesan singkat Via WhatsApp.

Sebelumnya PT PLN (Persero) ULP Mattirotasi melakukan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Kota Parepare sejak Minggu hingga Selasa (1/9/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mencegah gangguan meluas yang dapat menyebabkan blackout.

Manager PLN ULP Mattirotasi, Adryani, menjelaskan pemadaman bukan disebabkan gangguan pada pembangkit listrik di Parepare, melainkan dampak dari pemeliharaan infrastruktur pada sisi pembangkitan di wilayah Sulawesi Selatan.

Menurutnya, dalam kondisi normal pasokan listrik untuk Kota Parepare berada dalam kondisi aman, bahkan kapasitasnya mencukupi. Namun, ketika dilakukan pemeliharaan pada pembangkit dengan kapasitas besar, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap sistem kelistrikan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

“Kalau secara normal pasokan listrik untuk Parepare itu normal, bahkan melebihi. Hanya saja kalau dalam kondisi tertentu seperti saat ini, apabila dilakukan pemeliharaan dari sisi pembangkit yang kapasitasnya lumayan besar, maka itu akan bisa berdampak ke beberapa daerah yang ada di Sulawesi Selatan,” ungkap Adryani, Selasa (1/9/2026).

Adryani mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima PLN, kondisi pemadaman bergilir tersebut direncanakan berlangsung hingga dua hari ke depan sejak Minggu. Pengaturan wilayah terdampak dilakukan dengan menyesuaikan permintaan dari unit pengatur beban di Makassar.

Pemadaman di setiap wilayah diperkirakan berlangsung sekitar tiga jam dan dilakukan secara bergilir, dengan waktu pelaksanaan mulai sekitar Pukul 10.00 hingga Pukul 20.00 WITA.

Adryani menegaskan, pemadaman bergilir tersebut menjadi langkah yang perlu dilakukan selama proses pemeliharaan berlangsung. Sebab, jika pemeliharaan tidak dilakukan, gangguan pada sistem kelistrikan berpotensi meluas dan menyebabkan pemadaman yang lebih besar.

“Kalau tidak dilakukan pemeliharaan, ini akan bisa lebih kepada gangguan meluas, blackout lah istilahnya. Kita berharap sistem yang terganggu akibat pemeliharaan yang tidak terstruktur tidak lebih berdampak kepada seluruh satu provinsi,” jelasnya.

Hingga kini, warga Yasmin Garden 3 masih menunggu kepastian kapan aliran air PAM kembali normal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *