Cegah Kekerasan Anak, Sry Tanty Tekankan Peran Orang Tua dan Pendekatan Emosional

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Ketua I TP PKK Kota Parepare, Sry Tanty Mariani Nasrah, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencegah kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.

Hal tersebut disampaikan Sry Tanty saat mengikuti kegiatan edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Parepare di Lapangan Andi Makkasau, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta instansi terkait. Edukasi dilakukan melalui pembagian brosur dan pemasangan X-banner dengan pesan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” kepada masyarakat.

Sry Tanty mengatakan, edukasi kepada masyarakat penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami tadi di lapangan pada tanggal 20, tepatnya hari Minggu, mengedukasi karena kami pusatkan di Lapangan Andi Makkasau. Ada beberapa yang melakukan jogging, melakukan senam, dan kami sempat memberikan brosur kepada beberapa warga,” ujarnya.

Menurutnya, orang tua perlu memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika anak berada di lingkungan sekolah.

“Sangat membantu ibu-ibu karena pada dasarnya mereka di sekolah, anak-anak itu sudah diserahkan sepenuhnya kepada guru. Untuk di rumah mereka juga sibuk. Kalau kita memberikan brosur, kita mengedukasi dan memberikan arahan bahwa ketika ada bullying atau kekerasan terhadap anak di sekolah, itu bisa dilaporkan dan ada undang-undangnya,” jelasnya.

Sry Tanty menyebut kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi perhatian, terutama perundungan di lingkungan sekolah. Karena itu, Pokja I TP PKK Parepare berencana memberikan edukasi secara langsung ke sekolah-sekolah.

“Kekerasan anak lumayan banyak, apalagi yang namanya pembulian di sekolah. Itu ada beberapa. Jadi kita khususnya Pokja I akan memberikan edukasi ke sekolah-sekolah terkait masalah kekerasan anak-anak,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pembahasan untuk menentukan sekolah yang menjadi sasaran edukasi berikutnya.

“Besok kita sementara akan merapat kecil-kecilan untuk langsung ambil spot ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Sry Tanty juga mengimbau orang tua agar tidak melepas pengawasan terhadap anak. Menurutnya, pendekatan emosional diperlukan agar orang tua dapat lebih dekat dengan anak dan memahami kondisi yang mereka hadapi.

“Untuk para ibu, jangan anaknya harus dilepas begitu saja. Harus dibimbing anaknya, harus pendekatan emosional,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan orang tua agar mengawasi penggunaan gadget serta memberikan pendampingan keagamaan kepada anak.

“Paling tidak diberikan waktu. Kalau memang sudah belajar, sudah ini, ya harus diberikan gadget. Dan itu juga diberikan keagamaan. Orang tua harus memberikan paling tidak ada pendekatan secara lebih spiritual lagi untuk anak-anaknya agar kejadian seperti ini tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sry Tanty berharap edukasi mengenai perlindungan anak dapat dimulai sejak usia dini dengan keterlibatan aktif orang tua.

“Orang tua merupakan sumber kehidupan dan anak merupakan wajah baru. Makanya kita harus betul-betul mulai dari tingkat usia dini, harus kita memberikan edukasi untuk anak-anak kita,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *