INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Parepare menggelar Dialog Kerukunan Antarumat Beragama sebagai upaya memperkuat toleransi, menjaga persatuan, dan merawat keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat, dengan tema “Meneguhkan Toleransi Antar Umat Beragama Demi Terwujudnya Kerukunan Yang Harmonis”. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Data Kantor Wali Kota Parepare, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Hj. Fitriyany, yang mewakili Wali Kota Parepare, Tasming Hamid. Dialog tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas pengurus FKUB dan ketua organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan se-Kota Parepare.
Hadir sebagai pemateri, Ketua FKUB Kota Parepare, H. Zainal Arifin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Saiful Mahsan, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Parepare, Abd. Waris Muhiddin. Kegiatan dipandu H. Amin Iskandar sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Hj. Fitriyany menegaskan bahwa toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
Menurutnya, keberagaman agama, suku, dan latar belakang sosial merupakan kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat yang harus disikapi secara bijaksana. Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan apabila diiringi sikap saling menghormati dan menghargai.
Ia juga menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama tidak dapat terwujud dengan sendirinya, tetapi membutuhkan komitmen dan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Dialog seperti ini sangat penting untuk membangun komunikasi yang terbuka, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan pemahaman bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Kota Parepare yang lebih damai dan harmonis,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Fitriyany berharap nilai-nilai toleransi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan formal, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam berbagai aktivitas sosial.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Parepare, H. Zainal Arifin, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan melalui dialog, komunikasi, dan kerja sama lintas agama. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai perdamaian serta memberikan teladan kepada masyarakat dalam menyikapi perbedaan.
Ia menilai, kerukunan harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati dan membangun persaudaraan tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan. Dengan demikian, masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dan bersama-sama menjaga situasi yang kondusif di Kota Parepare.
Zainal juga menekankan pentingnya menjadikan dialog sebagai ruang untuk saling memahami, memperkuat kepercayaan, dan mencari solusi bersama apabila muncul persoalan yang berpotensi mengganggu hubungan antarumat beragama.
Melalui peran FKUB, komunikasi lintas agama diharapkan terus terpelihara sehingga setiap persoalan dapat dibicarakan secara terbuka, mengedepankan musyawarah, dan diselesaikan dengan mengutamakan kepentingan bersama.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Parepare, Abd. Waris Muhiddin, menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, Kementerian Agama, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga stabilitas sosial serta memelihara kerukunan antarumat beragama.
Menurutnya, keberagaman merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dirawat melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, dan semangat persatuan.
“Menjaga kerukunan dan persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk membangun komunikasi yang baik, mengedepankan musyawarah, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang bijaksana,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan harmonis.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kota Parepare, Saiful Mahsan, turut hadir sebagai pemateri dalam dialog tersebut. Kehadiran unsur Kemenag menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga toleransi dan keharmonisan kehidupan beragama.
Dialog berlangsung dengan pembahasan seputar penguatan toleransi, pembangunan komunikasi lintas agama, serta peningkatan peran tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Para peserta diharapkan mampu meneruskan pesan-pesan kerukunan di lingkungan masing-masing sekaligus menjadi teladan dalam menumbuhkan sikap saling menghormati, menghindari prasangka, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
Sinergi antara Pemerintah Kota Parepare, FKUB, Kementerian Agama, Kesbangpol, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus terjalin demi menjaga Kota Parepare tetap aman, damai, dan harmonis.
Melalui dialog tersebut, keberagaman diharapkan tidak sekadar menjadi kenyataan sosial yang diterima, tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan masyarakat yang rukun, bersatu, dan saling menghormati.
Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, Kota Parepare diharapkan terus menjadi ruang kehidupan yang menjunjung tinggi persaudaraan, menghargai perbedaan, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. (*)