INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Warga Pasar Lakessi, Jalan Petta Unga, Kecamatan Soreang, Kota Parepare Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan temuan ari-ari bayi yang diduga dibuang dengan sengaja oleh ibunya, Minggu (7/8/2022) malam.
Sebelumnnya, warga pasar lakessi melihat bercak, serta gumpalan darah yang berceceran di area toilet pasar lakessi, dan lokasi tersebut dicurigai menjadi tempat pembuangan janin oleh wanita tersebut.
Pihak Kepolisian Polres Parepare, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Parepare, serta Warga melakukan pencarian selama 4 Jam, dengan menyusuri saluran air.
Setelah melakukan pencarian dengan melakukan penyemprotan dan menyusuri saluran pembuangan air, hingga penggalian bak WC selama 4 Jam lamanya, petugas menemukan plasenta (ari-ari). Ini adalah organ tubuh yang memiliki fungsi penting untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan.
Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Parepare, AKP Deki Merizaldi mengungkapkan, kasus dugaan pembuangan janin ini bermula dari informasi warga, yang curiga adanya ceceran darah di lantai toilet Pasar Lakessi, kemudian dilaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian setempat.
Kasatreskrim Polres Parepare, AKP Deki Merizaldi menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus dugaan pembuangan janin di dalam toilet Pasar Lakessi.
” Kami tetap melakukan identifikasi lanjut, dan tetap memasang garis polisi disekitar area toilet tersebut, dan yang bersangkutan sudah kita mintai keterangan. Yang bersangkutan berinisial I, Namun sejauh ini belum bisa kita korek informasi lebih dalam, karena yang bersangkutan masih dalam perawatan insentif dengan memakai oksigen di salah satu rumah sakit yang berada di Parepare, “jelasnya.
Salah seorang warga setempat yang enggan identitasnya diungkap, ia mengaku, perempuan berinisial I tersebut, tinggal bersama kedua orang tuanya dan saudaranya.
” Dia tinggal bersama kedua orang tuanya, dan sehari-harinya itu menjual bawang dan yang lainnya, “ungkapnya.
Selain itu, ia menjelaskan, perempuan yang dimaksud (I) karakternya pendiam dan tak banyak bicara jika dirinya disapa.
“Sehari-harinya itu pendiam dan tidak cerewet, “ujarnya.
Warga yang tak ingin disebutkan identitasnya itu juga menyebutkan, dirinya sudah pernah menegur perempuan muda tersebut soal perutnya yang terlihat membesar.
“ Sudah sering ditanya soal perutnya yang besar, namun bapaknya bilang terkena tumor, “bebernya.(*/7ar)