Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Taufan Pawe Bertekad Jadikan Parepare Sebagai Mercusuar Pendidikan

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Pemerintah Kota Parepare telah melakukan berbagai kebijakan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui sektor pendidikan.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengatakan, pemerintah daerah memiliki program pendidikan gratis sehingga anak dapat bersekolah tanpa memikirkan persoalan biaya.

“Pemkot juga memberikan beasiswa, serta menyediakan transportasi gratis bagi anak didik SD dan SMP, dengan sistem antar jemput di titik tertentu. Bagi siswa yang tidak terjangkau oleh transportasi gratis atau bus sekolah kita memberikan bantuan transport. Selain itu, sejak tahun 2014 sampai tahun 2023 ini pemkot konsisten memberikan bantuan pakaian seragam sekolah bagi siswa kurang mampu untuk SD sebanyak 5.650 siswa dan SMP sebanyak 3.044 siswa,” ungkap Taufan.

Untuk meningkatkan daya saing siswa melalui pengembangan keilmuan dan karakter, Pemkot melaksanakan Gakken After School bekerjasama dengan Pihak Gakken Coorp. Dimana program ini merupakan program pendampingan bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk dapat mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang positif setelah pulang sekolah.

Dengan adanya berbagai program di bidang Pendidikan tersebut berdampak pada Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk Kota Parepare usia 7 tahun keatas.

“Menurut data, pada tahun 2013 angka HLS baru mencapai 13,65 tahun, pada pada tahun 2018 atau akhir periode pertama saya sudah mencapai 14,47 tahun, dan dengan program berlanjut, pada tahun 2019 meningkat menjadi 14,49 tahun, pada tahun 2020 meningkat menjadi 14,50 tahun, untuk tahun 2021 meningkat menjadi 14,51 tahun, dan pada tahun 2022 kembali meningkat menjadi 14,52 tahun,” ungkap Taufan.

Lebih lanjut, rata-rata lama sekolah juga terus meningkat dimana tahun 2013 baru mencapai 9,89 tahun dan pada masa akhir periode pertama di tahun 2018 Rata-Rata lama sekolah penduduk Kota Parepare adalah 10,29 tahun, pada tahun 2019 naik menjadi 10,30 tahun, pada tahun 2020 naik lagi menjadi 10,45 tahun, pada tahun 2021 naik menjadi 10,65 tahun, dan pada tahun 2022 nilai rata-rata lama sekolah naik lagi menjadi 10,65 tahun.

Selain pendidikan iptek, Pemkot kata Taufan juga mengedepankan pembangunan karakter siswa. Dimana diwajibkan bagi calon anak didik SD yang ingin melanjutkan ke jenjang SMP harus mengikuti Tes Buta Aksara Alquran yang menjadi syarat utama penerimaan siswa baru di SMP.

“Pemkot bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Parepare telah melakukan upaya pemassalan melalui pengukuhan Majelis Anak Saleh diberbagai SD yang ada di Kota Parepare sebagai bagian dari pembangunan karakter siswa disamping pendidikan iptek yang mereka geluti sehari-hari,” jelas Taufan.

Tekad Taufan Pawe dalam menjadikan kota Parepare sebagai mercusuar pendidikan di utara Sulawesi Selatan juga dibuktikan dengan dibangunnya Institut Teknologi BJ Habibie (ITH).

“Pembangunannya akan terus dilanjutkan. Sekarang, jumlah mahasiswa aktif tahun ajaran 2022 ini yaitu 208 orang. Rencananya, tahun ini akan dibuka 11 prodi baru, diantaranya Bioteknologi, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Teknologi Pangan, dan Teknik Perkapalan. Rencananya, jumlah mahasiswa yang akan diterima sebanyak kurang lebih 600 mahasiswa,” paparnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *