Kontroversi Kelulusan CaPas, Orang Tua Kembali Soroti Proses Seleksi Di Pinrang

INSIDENNEWS.com, PINRANG– Kontroversi kembali muncul terkait proses seleksi Calon Paskibraka (CaPas) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Beberapa orang tua calon Paskibraka menyoroti proses seleksi yang mereka anggap penuh dengan rekayasa.

Mereka menyatakan bahwa seleksi calon Paskibraka di Pinrang diduga tidak transparan, di mana hanya sejumlah kecil orang yang mengikuti tes samapta, PBB, dan penilaian kepribadian. Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa pengumuman kelulusan belum juga diumumkan hingga saat ini.

Salah satu orang tua, HK menyatakan bahwa ada calon yang seharusnya gugur, namun tetap diikutkan dalam tahap tes samapta dan PBB. Bahkan, ada juga yang tidak lolos parade tetapi masih diikutkan dalam tahap tersebut. Sebanyak 20 orang yang sebelumnya dianggap gagal dalam seleksi, dipanggil kembali untuk mengikuti seleksi.

Ketidakpuasan ini menyoroti perlunya transparansi dan keadilan dalam proses seleksi calon Paskibraka di Pinrang, serta perlunya pengumuman hasil seleksi secara tepat waktu.

Kepala Badan Kesbangpol Pinrang, Syahrir Pawittoi yang juga selaku Koordinator Panitia Seleksi Calon Anggota Paskibraka Pinrang mengatakan, penerimaan calon paskibraka sudah dilakukan secara transparan.

Bahkan untuk mematenkan ukuran tinggi badan, lanjut Syahrir Pawittoi, pelaksanaannya dilakukan sehati hati mungkin dengan menghadirkan dan diukur langsung oleh penanggung jawab tim kesehatan serta saksi dari beberapa capas yang ditunjuk secara langsung untuk menyaksikan hasil pengukuran.

” Seleksi calon paskibraka, sudah ada panitia masing-masing untuk tinggi badan dan kesehatan. Persyaratan untuk standar tinggi badan calon anggota Paskibraka, yakni 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk perempuan, “ujarnya.

Selain itu, Syahrir Pawittoi kembali menegaskan, hingga saat ini tidak mendapat intervensi dari pihak manapun dalam seleksi penerimaan calon paskibraka.

” Isu yang mengatakan adanya titipan pejabat dalam penyeleksian Capas, itu tidak benar. Hingga saat ini tidak ada pejabat manapun yang melakukan intervensi, karena dalam seleksi capas ada masing-masing panitianya. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan, itu berdasarkan dari pusat yang disampaikan melalui email kepada masing-masing Capas,”tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *