INSIDENNEWS.com, PINRANG– Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Fapetrik) Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) mengutus dosen untuk melaksanakan edukasi penerapan teknologi Agroforestry. Kegiatan ini bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lembang dan dipusatkan pada Kelompok Tani (Koptan) Perkebunan Batu Pandang Mekar, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, pada Selasa (17/9/2024).
Dr. Ir. Muh. Ikbal Putra, M.Si., dosen Fapetrik Umpar yang hadir sebagai pemateri, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memastikan kelangsungan perkebunan berkelanjutan melalui penerapan sistem agroforestry. Ikbal menjelaskan pentingnya memperhatikan tiga aspek utama dalam pengelolaan perkebunan: ekologi, sosial, dan ekonomi.
“Saya berharap petani bisa menjaga kelestarian lingkungan sambil meningkatkan pendapatan mereka. Dengan sistem agroforestry, petani bisa menanam berbagai jenis tanaman seperti kakao, kopi, rambutan, durian, pala, dan kayu jati, serta memelihara hewan ternak dan ikan secara organik,” ujar Ikbal.
Ia juga menambahkan, bahwa penelitian yang dilakukannya membuktikan bahwa agroforestry tidak hanya meningkatkan hasil perkebunan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih segar, sejuk, dan bebas polusi.
Ade Putra Salim, S.P., M.P., penyuluh BPP Kecamatan Lembang, menambahkan bahwa mayoritas anggota Koptan Batu Pandang Mekar adalah petani kebun yang memerlukan pemahaman lebih lanjut mengenai teknologi agroforestry, mengingat topografi wilayah yang sangat mendukung untuk penerapan sistem ini.
“Melalui penyuluhan ini, kami berharap dapat membantu petani mengelola kebunnya dengan lebih efisien, karena selama ini biaya pengelolaan kebun cukup tinggi namun keuntungan yang diperoleh tidak sebanding. Dengan penerapan agroforestry, kami berharap hasil yang diperoleh bisa lebih menguntungkan bagi petani,” jelas Ade.
Sunardi, S.P., M.Si., Ketua Tim Kerja Perlindungan Tanaman Perkebunan yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fapetrik Umpar dan BPP Kecamatan Lembang. Ia menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) untuk mendorong petani beralih ke sistem pengelolaan terpadu berbasis organik demi keberlanjutan perkebunan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Fapetrik Umpar dan BPP Kecamatan Lembang atas penyuluhan ini. Edukasi ini sangat penting untuk mendorong petani mengadopsi pengelolaan kebun berbasis organik, sesuai dengan arahan Kepala Dinas,” tutup Sunardi.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk mendorong petani di Kecamatan Lembang menerapkan teknologi agroforestry secara berkelanjutan, guna meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat tani di wilayah tersebut.(*)