INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare terus berinovasi dalam memberdayakan warga binaannya (WBP). Salah satu program yang diusung adalah pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Lapas untuk kegiatan produktif, seperti penanaman tanaman pangan dan budidaya ikan air tawar. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi WBP, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui sektor pertanian dan perikanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Totok Budiyanto, menyatakan bahwa program ini dilaksanakan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), yang bertujuan untuk memberdayakan warga binaan dengan cara yang berkualitas dan humanis. “Kami berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada pemberdayaan mereka agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan kemandirian,” ujar Totok.
Kegiatan yang melibatkan lahan kosong di Lapas ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Parepare. Penjabat Wali Kota Parepare, bersama sejumlah instansi terkait, turut serta dalam menanam cabai sebagai bagian dari program ini. Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) memberikan bantuan berupa bibit tanaman cabai, kangkung, terong, pepaya California, serta bibit ikan air tawar (nila dan lele sangkuriang) untuk mendukung kesuksesan program ini. Hasil panen yang diperoleh telah mulai dapat dinikmati oleh warga binaan.
Selain pemberdayaan melalui pertanian dan perikanan, Totok Budiyanto juga menekankan pentingnya program pelatihan keterampilan. Lapas Kelas IIA Parepare bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep untuk memberikan pelatihan keterampilan bersertifikat standar nasional kepada warga binaan. Setidaknya ada tiga paket pelatihan yang dijadwalkan pada tahun 2024. Selain itu, Lapas juga bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Parepare untuk mengembangkan soft skill warga binaan.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya bebas dari jeruji besi, tetapi juga memiliki kemampuan yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat, baik dengan bekerja di perusahaan atau membuka usaha sendiri,” tutur Totok.
Tidak hanya itu, Lapas Kelas IIA Parepare juga mengapresiasi Pemerintah Kota Parepare yang turut berkontribusi dalam mendukung WBP dengan bantuan sosial. Totok mengungkapkan bahwa sebagian gaji pegawai Lapas disisihkan untuk menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk WBP, keluarga mereka, petugas kebersihan DLH, panti asuhan, serta warga terdampak banjir dan sekitar Lapas.
Kepala Lapas juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Parepare dalam mendukung pemberdayaan warga binaan. Ini merupakan bagian dari tindak lanjut untuk mendukung program Visi dan Misi Presiden RI mengenai Asta Cita, serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, bersama dengan 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Dengan berbagai program ini, Lapas Kelas IIA Parepare tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai lembaga yang berupaya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan dan menciptakan warga binaan yang siap mandiri setelah menjalani masa hukumannya.(*)