Setahun Lebih Usai Kunjungan Bupati Pinrang, Irwan Hamid, Jembatan Bila Belum Mendapat Perbaikan Signifikan

INSIDENNEWS.com, PINRANG– Warga Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, melakukan aksi blokade terhadap Jembatan Bila, Selasa (15/4/2025). Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi jembatan yang dinilai sangat membahayakan dan nyaris ambruk.

Menurut Irwan, salah satu warga setempat, bagian tengah jembatan mengalami kerusakan parah dan terlihat retak hingga hampir patah. “Kondisinya sudah memprihatinkan, sehingga kami tutup agar tidak dilintasi warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika jembatan tetap dilalui, terutama oleh kendaraan bertonase berat, maka risiko ambruk dan menelan korban jiwa sangat besar.

Jembatan Bila merupakan akses penghubung utama antar wilayah di Kecamatan Batulappa. Dibangun sejak tahun 1987, jembatan sepanjang 50 meter ini belum pernah mendapatkan perbaikan signifikan hingga saat ini.

Camat Batulappa, Mursalim, mengungkapkan bahwa sekitar 5.000 warga dari lima desa dan kelurahan di kecamatan tersebut sangat bergantung pada jembatan ini. “Kalau jembatan ini benar-benar ambruk, maka seluruh kecamatan bisa terisolasi. Warga menggantungkan hidupnya pada akses ini, termasuk untuk mengangkut hasil bumi ke kota,” jelasnya.

Dikutip dari akun Pinrangkab.co.id dan Channel Youtube pemkab Pinrang hadir, Kerusakan Jembatan Bila sebenarnya telah menjadi perhatian pemerintah daerah sejak akhir tahun 2023. Pada Sabtu (31/12/2023), Bupati Pinrang, Irwan Hamid, bersama Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, Awaluddin Maramat, serta sejumlah pejabat lainnya, telah meninjau langsung kondisi jembatan tersebut. Saat itu, tiang pier jembatan dilaporkan mengalami kemiringan signifikan yang membuat struktur jembatan nyaris ambruk.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Irwan Hamid telah memperingatkan warga untuk berhati-hati dan meminta pemerintah kecamatan bersama pihak terkait membatasi akses kendaraan melalui jembatan, sambil mencari solusi cepat untuk perbaikannya. “Kami berharap masyarakat berhati-hati melalui jembatan ini, terutama yang bermuatan berat,” ujarnya saat itu.

Namun hingga lebih dari satu tahun berlalu, belum ada perbaikan nyata yang dilakukan. Kekhawatiran warga akhirnya memuncak hingga berujung pada aksi blokade pada Jembatan Bila tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *