INSIDENNEWS.com, KARAWANG– Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur dan sederet program bantuan sosial yang diklaim terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, masih ada warga miskin yang seakan terlupakan dan luput dari perhatian.
Potret memilukan itu terlihat jelas di Dusun Bengle, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok. Seorang pria lanjut usia bernama Bapak Idar kini terbaring sakit di rumahnya yang jauh dari kata layak huni. Dinding rumahnya hanya terbuat dari anyaman bambu yang sudah rapuh, lantainya tanah, dan atapnya bocor di mana-mana saat hujan datang. Di tengah kondisi itu, Bapak Idar tetap bertahan dengan tubuh renta yang tak lagi mampu berdiri tegak, menghadapi kerasnya hidup, Sabtu (12/7/2025).
Ironisnya, kondisi ini terjadi saat Pemkab Karawang terus menggaungkan keberhasilan program bantuan sosial, termasuk Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang digadang-gadang sebagai solusi untuk masyarakat kurang mampu agar bisa memiliki tempat tinggal yang layak dan sehat.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Banyak rumah warga miskin, termasuk milik Bapak Idar, yang tak kunjung tersentuh bantuan. DPRKP Karawang sebagai pelaksana utama program Rutilahu justru mendapat sorotan karena dianggap lamban dan kurang responsif dalam menindaklanjuti kondisi warga di lapangan.
Rutilahu merupakan program strategis pemerintah untuk memperbaiki rumah-rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan, keselamatan, dan kelayakan. Namun hingga kini, masih banyak warga di sejumlah kecamatan di Karawang yang hidup di rumah nyaris roboh, tanpa kepastian kapan bantuan akan datang.
Kisah Bapak Idar menjadi tamparan keras bagi Pemkab Karawang dan Dinas PRKP. Sudah seharusnya pembangunan tidak hanya berfokus pada proyek-proyek besar, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dasar — yakni tempat tinggal yang layak bagi warganya.
Masyarakat pun berharap, melalui perhatian publik dan media, Bapak Idar serta warga lainnya yang mengalami nasib serupa bisa segera mendapatkan hak mereka atas tempat tinggal yang aman dan layak. Pembangunan sejati adalah yang bisa dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada yang tertinggal. (*)