INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., mendapat sambutan hangat dan meriah saat tiba di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Parepare, Kunjungan ini dalam rangka meresmikan Laboratorium Terpadu IAIN Parepare, yang ditandai secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Prof. Nasaruddin Umar.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat namun penuh semarak, diawali dengan Tarian Padduppa sebagai bentuk penghormatan budaya Bugis kepada tamu agung. Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara ini, di antaranya Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, Kapolres AKBP Indra Waspada Yuda, Ketua DPRD Kaharuddin Kadir, Wakil Wali Kota Hermanto, dan sejumlah pejabat daerah serta civitas akademika IAIN Parepare, Jumat (25/07/2025).
Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan pihak kepolisian dalam mendukung kemajuan institusinya. Ia menjelaskan bahwa saat ini IAIN Parepare telah memiliki 33 program studi, terdiri dari 27 prodi S1 dan 6 prodi S2, serta 10 prodi telah mencapai akreditasi unggul. “Kami berharap tahun ini bisa menambah enam prodi lagi menuju akreditasi unggul, bahkan bertaraf internasional,” tutur Prof. Hannani.
IAIN Parepare juga terus berbenah dalam sistem digitalisasi, dengan menerapkan sistem administrasi perkantoran berbasis aplikasi SRIKANDI dari Kementerian Agama. Rektor berharap, dengan sistem ini, penggunaan kertas dalam birokrasi dapat diminimalkan secara signifikan.
Sementara itu, Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran Menteri Agama di kota kelahiran Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie. Ia menegaskan bahwa Parepare adalah kota jasa dengan potensi luar biasa, terutama di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Kami memiliki dua rumah sakit rujukan dengan perputaran ekonomi mencapai 180 miliar rupiah, meskipun kami tidak memiliki sumber daya alam. Maka dari itu, sektor jasa menjadi prioritas utama,” ucap Tasming.
Tasming juga mengungkapkan kondisi harmonis masyarakat Parepare yang terdiri dari berbagai latar belakang etnis dan agama, namun tetap hidup berdampingan secara damai. Ia berharap kunjungan Menteri Agama menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan seluruh warga kota untuk menjadikan Parepare sebagai kota pendidikan unggulan di kawasan timur Indonesia.
Dalam pidatonya, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menegaskan keyakinannya bahwa IAIN Parepare memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pendidikan unggulan di kawasan Indonesia Timur. “Parepare bisa menjadi kampus tujuan dari luar negeri. Di sini, tidak ada dominasi politik kampus seperti di ibu kota. Ini adalah tempat yang ideal untuk akademik murni,” tegasnya.
Prof. Nasaruddin juga menyatakan optimismenya terhadap masa depan Kota Parepare, terutama jika Ibu Kota Negara (IKN) resmi berpindah ke Kalimantan. Ia melihat Parepare akan menjadi simpul strategis dalam mobilitas logistik dan pendidikan nasional. “Kota ini kecil, tapi potensinya besar. Kontainernya saja lebih bagus daripada di Kalimantan Timur,” ujarnya sambil tersenyum.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan besar agar IAIN Parepare terus berkembang menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional yang mencetak generasi intelektual berkarakter dan berdaya saing global. (*)