INSIDENNEWS.com, PINRANG– Sejumlah orang tua siswa peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menyampaikan kekecewaannya usai anak-anak mereka yang telah sukses mengibarkan dan menurunkan bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (17/8/2025) lalu, diberangkatkan untuk liburan ke Malino. Mereka menilai, anak-anak tersebut seharusnya mendapat apresiasi lebih berupa uang saku.
Menurut keterangan beberapa orang tua, liburan ke Malino seharusnya menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para anggota Paskibraka yang sudah menjalani latihan intensif serta mengemban tugas penting pada upacara kenegaraan. Namun, adanya isu ketidakadaan uang saku membuat mereka kecewa.
“Anak-anak ini sudah berjuang, berlatih berbulan-bulan demi tampil maksimal di upacara 17 Agustus. Kami orang tua tentu ingin ada perhatian lebih, minimal uang saku sebagai bentuk penghargaan dan dukungan pemerintah saat kegiatan ke Malino, tapi infonya tidak ada. Makanya saya sempatkan kasi uang ke anak untuk digunakan disana,” ungkap salah seorang orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pinrang, Haswidy Rustam, angkat bicara. Melalui pesan WhatsApp, ia membantah isu tersebut dan menegaskan bahwa uang saku akan tetap dibagikan kepada seluruh peserta Paskibraka.
“Ohh iye, terkait adanya isu tersebut, itu tidak benar. Kami akan bagikan uang sakunya di Malino nanti, kecuali empat orang yang tidak hadir akan diberikan di Pinrang,” tegas Haswidy.(*)