Sayuti Gelar Reses Ketiga, Serap Aspirasi Warga Mulai Pos Ronda hingga Antisipasi Banjir

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Anggota DPRD Kota Parepare, Sayuti, melaksanakan kegiatan reses ketiga sekaligus terakhir di tahun 2025. Titik pertama reses digelar di Kafe Alia, Kamis (18/9/2025), dan akan dilanjutkan besok di Kelurahan Capagalung pada dua titik, yakni Jalan Pinisi dan Jalan Pemuda.

Dalam pertemuan bersama konstituen, sejumlah aspirasi kembali mencuat, di antaranya permintaan bantuan mesin kopi, solusi banjir, serta perbaikan pos ronda. Sayuti menuturkan, usulan mengenai pos ronda menjadi hal baru pada reses kali ini, seiring instruksi Kementerian Dalam Negeri yang meminta pemerintah daerah mengaktifkan kembali pos ronda sebagai sarana keamanan lingkungan.

Namun, ia juga mengingatkan adanya aspirasi warga yang berulang kali diusulkan tetapi tak terealisasi. Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena persoalan proses pelelangan, ketidaksinkronan dengan Badan Keuangan Daerah (BKD), hingga keterbatasan anggaran daerah.

Sayuti menegaskan, sejak dua tahun terakhir pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD hampir tidak terlaksana akibat beban keuangan daerah yang membengkak. Ia menyebut, sekitar 47 persen APBD Parepare terserap untuk belanja pegawai ASN, sehingga menyisakan ruang sempit bagi program pembangunan fisik maupun sosial.

“Kalau APBD dipotong, otomatis yang tersisa sangat kecil untuk pembangunan. Belanja rutin ASN kita memang terlalu besar, sehingga perlu langkah perampingan OPD agar mandatory spending bisa ditekan sesuai ketentuan di tahun 2027,” jelas Sayuti.

Ia menambahkan, pemerintah kota bersama DPRD sudah membahas kemungkinan penggabungan beberapa OPD, seperti Dinas Pertanian dengan Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan dengan Pemuda Olahraga dan Kebudayaan, serta Dinas Sosial dengan DB3A.

Sayuti berharap, pemerintahan yang baru berjalan ini mendapat dukungan dari semua pihak agar 18 program prioritas bisa terealisasi. “Masukan dan kritik dari masyarakat adalah mitra terbaik pemerintah dalam memperbaiki kinerja. Tanpa itu, tentu ada yang salah karena tidak ada yang saling mengingatkan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *