IDI-PPNI-INKAVIN Gelar “Dont Miss A Beat” di Parepare, Ajak Warga Peduli Kesehatan Jantung

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September 2025, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Ikatan Kardiovaskuler Indonesia (INKAVIN) berkolaborasi menggelar kegiatan bertajuk “Don’t Miss A Beat” di Taman Matarotasi, Parepare, Minggu (21/9/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK, Wakil Wali Kota Hermanto, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, jajaran staf ahli, asisten, kepala SKPD, hingga Direktur RS Andi Makkasau dan Direktur RS dr. Hasri Ainun Habibie, dan sejumlah tenaga medis dari IDI serta PPNI Parepare juga hadir dalam acara ini.

Ketua Panitia, dr. Asni Mustafa, menjelaskan bahwa tema “Don’t Miss A Beat” mengandung pesan penting agar masyarakat peduli menjaga kesehatan jantung melalui pola hidup sehat.

“Setiap detak jantung itu berharga. Jika setiap satu menit jantung tidak berdetak, maka berakhir sudah hidup kita. Karena itu, pola makan sehat, olahraga, dan deteksi dini sangat penting dilakukan,” tegasnya.

Berdasarkan data WHO tahun 2025, penyakit kardiovaskuler merenggut 20,5 juta jiwa setiap tahun di seluruh dunia. Di Sulawesi Selatan, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu. Bahkan, hasil evaluasi PERKI dua tahun terakhir menemukan penderita terbanyak kini berada pada rentang usia 40–60 tahun akibat gaya hidup yang kurang sehat.

Dr. Asni menekankan olahraga menjadi langkah preventif paling efektif. Mereka yang aktif berolahraga memiliki risiko dua kali lebih rendah terkena penyakit jantung dibanding yang jarang bergerak.

“Pelari memiliki risiko 45 persen lebih rendah meninggal akibat penyakit jantung. Namun tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, usia, dan melalui screening seperti treadmill test,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat menerapkan aturan FIT dalam olahraga: Frekuensi, Intensitas, Time (durasi), dan Tipe. WHO merekomendasikan aktivitas fisik minimal 3–5 kali seminggu. Jika dilakukan tanpa aturan, jantung justru bisa kewalahan hingga berhenti mendadak.

“Karena itu, sebelum memulai olahraga terutama running, masyarakat di atas usia 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko genetik sebaiknya berkonsultasi. Jika terjadi henti jantung mendadak, pertolongan pertama yang paling tepat adalah pijat jantung atau basic life support. Dengan penanganan cepat, peluang keselamatan bisa meningkat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Don’t Miss A Beat, IDI, PPNI, dan INKAVIN berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jantung, seiring dengan tren olahraga yang kini semakin marak di berbagai kalangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *