Kalapas Parepare Tegaskan Komitmen Bersihkan Lapas dari Narkoba Usai Dua Pria Tertangkap Beli Sabu

INSIDENNEWS.com, PAREPARE–
Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran narkoba di dalam lapas. Pernyataan ini disampaikan usai dua pria diamankan petugas karena diduga membeli sabu dari dalam lapas pada Senin (22/9/2025).

“Sejak awal, Kementerian Pemasyarakatan memiliki 13 komitmen. Poin pertama yang menjadi prioritas adalah pemberantasan narkoba dan segala bentuk penipuan di lapas maupun rutan. Penangkapan ini adalah bukti nyata kami bekerja maksimal untuk mendukung komitmen tersebut,” tegas Marten dalam jumpa pers, Kamis (25/9/2025).

Ia menjelaskan, lantaran yang diamankan adalah masyarakat luar, pihak lapas tidak memiliki kewenangan melakukan penindakan hukum. Kasus ini pun langsung dilaporkan dan diserahkan ke Polres Parepare. “Kami tidak ingin salah prosedur. Semua proses hukum sepenuhnya kami serahkan ke polisi agar tuntas. Harapan kami, lapas ini benar-benar bersih dari narkoba,” ujarnya.

Marten menilai kejahatan narkoba merupakan tindak pidana luar biasa yang dijalankan secara sistematis dan terencana. Karena itu, pengungkapannya membutuhkan ketelitian serta sinergi antar-aparat. “Pelaku narkoba itu licin dan pintar. Maka kami bersinergi dengan kepolisian agar jaringan yang terlibat bisa diungkap,” jelasnya.

Terkait pengawasan, ia menegaskan SOP sudah diterapkan, mulai dari pemeriksaan barang hingga penggeledahan pengunjung. Namun Marten tidak menampik adanya modus canggih yang mungkin digunakan sindikat. “Kalau ada kelemahan, nanti polisi yang mengungkap. Kami tetap terbuka untuk evaluasi,” katanya.

Ia juga menegaskan tidak ada toleransi bagi warga binaan yang kedapatan menggunakan ponsel secara ilegal. Sanksinya berupa pencabutan hak, termasuk remisi dan kunjungan keluarga. “Kami ingin lapas ini benar-benar tidak nyaman bagi pelaku narkoba. Semua program pembinaan tetap berjalan, mulai dari kegiatan sosial, keterampilan, hingga pembinaan mental,” pungkasnya.

Saat ini, lanjut Marten, sudah ada empat orang yang dimintai keterangan. Namun ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menarik kesimpulan.

“Tidak bisa buru-buru menyimpulkan. Mengungkap dan membuktikan kasus narkoba itu tidak gampang, karena kejahatan narkoba ini super canggih dan para pelakunya pintar-pintar,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *