INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Parepare resmi dilantik oleh Ketua Bidang Hubungan Agama dan Antar Umat Beragama Pengurus Besar (PB) PMII, Syamsuddin, di Aula Pondok Pesantren DDI Ujung Lare, Jalan Abubakar Lambogo, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Jumat (24/10/2025).
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Parepare dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan (Disperpus) Kota Parepare Ahmad, Kabag Kesra Setdako Parepare Shodiq Asli Umar, perwakilan PKC PMII Sulsel, IKA PMII Parepare, Mabincab, serta Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU).
Dalam arahannya, Syamsuddin menyampaikan tiga fokus utama PB PMII kepada pengurus baru, yakni kaderisasi, advokasi, dan positioning organisasi. Ia menegaskan bahwa proses kaderisasi tidak boleh stagnan agar kader PMII dapat berkembang secara intelektual dan sosial di berbagai daerah.
“Ada tiga pesan Ketum PB PMII, yaitu kaderisasi, advokasi, dan positioning. Kaderisasi tidak boleh berhenti. Kita harus membuka ruang selebar-lebarnya untuk konsolidasi pengetahuan lintas wilayah di seluruh Indonesia,” ujar Syamsuddin.
Sementara itu, Bendahara PKC PMII Sulsel, Anshar, turut memberikan selamat kepada pengurus baru dan menegaskan pentingnya sinergitas lintas sektor. Ia berharap kepengurusan PMII Parepare dapat berperan aktif dalam mengisi ruang-ruang strategis serta memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
“PMII Parepare harus menjadi kontributor utama dalam mengisi ruang strategis. Pengurus baru perlu membangun sinergitas antar-OKP, pemerintah kota, dan Banom NU untuk meneguhkan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PC PMII Parepare yang baru dilantik, Agung, menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas kader melalui berbagai program literasi dan pengembangan intelektual. Salah satu langkah awal yang diambil adalah membentuk komunitas “Perpustakaan Movement” atau perpustakaan gerakan.
“Langkah ini kami ambil agar PMII Parepare menjadi episentrum lahirnya kader-kader berkualitas dan mampu membaca realitas sosial secara kritis,” tutup Agung. (*)