INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Dalam upaya memperkuat partisipasi masyarakat yang tergolong dalam kelompok marjinal dalam proses demokrasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare menggelar webinar bertajuk “Inklusi Demokrasi: Mengaktifkan Suara Kelompok Rentan dan Marjinal”, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan tersebut menghadirkan empat narasumber, yakni Anggota KPU Parepare Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Ahmad Perdana Putra; Ketua LP2EM, Ibrahim Fattah; Ketua Dewan Penasehat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Parepare, Ikbal Rahim Gani; serta Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Parepare, Fatahuddin.
Ketua KPU Kota Parepare, Muhammad Awal Yanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memastikan setiap warga negara memiliki ruang dan kesempatan yang sama dalam kehidupan politik.
“Demokrasi sejati tidak hanya milik mereka yang bersuara keras, tetapi juga bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Kelompok rentan dan marjinal harus menjadi bagian dari percakapan publik dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Perdana Putra menjelaskan bahwa KPU Parepare terus berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, agar aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu. Menurutnya, masa non-tahapan menjadi waktu yang tepat untuk membangun kesadaran politik masyarakat.
“Salah satu contoh konkret adalah keterlibatan PPDI dalam sosialisasi kelompok marjinal pada Pilkada 2024 yang berhasil meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas dari 50 persen menjadi 62,65 persen,” jelasnya.
Ikbal Rahim Gani menambahkan, KPU Parepare selama ini telah banyak melibatkan pemilih disabilitas dalam kegiatan sosialisasi, dan pihaknya siap mendukung upaya peningkatan pemahaman kelompok tersebut dalam menyalurkan hak pilihnya.
“Kami siap membantu KPU menjangkau kelompok rentan agar mereka semakin paham pentingnya menyalurkan suara dalam Pemilu,” ujarnya.
Sementara Ketua PWI Parepare, Fatahuddin, menegaskan komitmen insan pers dalam mendukung penyebaran informasi kepemiluan yang akurat dan faktual. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong di era digital.
“Menjadi tugas kita bersama memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memilah mana berita yang benar dan mana yang hoax. Jika ingin informasi kepemiluan, bukalah situs resmi KPU atau media mainstream terpercaya,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Para peserta berharap agar sosialisasi seperti ini terus digencarkan agar kelompok rentan dan marjinal semakin memahami pentingnya keterlibatan mereka dalam proses demokrasi. (*)