Tingkatkan Kemandirian WBP, Lapas Parepare Selenggarakan Pelatihan Bakery Enam Hari

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Lapas Kelas IIA Parepare kembali memperlihatkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui penyelenggaraan Pelatihan Kemandirian Bakery bekerja sama dengan LPK Satria Kota Parepare.

Program yang dipilih karena peluang kerja dan usaha yang besar tersebut digelar selama enam hari, mulai 21 hingga 27 November 2025, menghadirkan instruktur profesional Muhammad Feri Sapriadi Azis selaku Ketua LPK Satria dan Mami Suparmiati sebagai mentor utama.

Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo–Gibran, khususnya poin ketiga terkait penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan keterampilan masyarakat.

Melalui pembekalan keterampilan kuliner seperti bakery, Lapas Parepare berupaya mencetak WBP yang lebih mandiri, produktif, dan siap bersaing ketika kembali ke tengah masyarakat.

Selama pelatihan, para WBP mendapat materi praktik pembuatan berbagai jenis produk bakery, mulai dari roti isi, kue tradisional seperti onde-onde, hingga kudapan modern seperti pizza. Selain praktik, peserta juga dibekali pengetahuan penting tentang kebersihan makanan, teknik pengolahan, pengemasan, serta dasar-dasar kewirausahaan sebagai modal usaha kelak setelah bebas.

Instruktur Mami Suparmiati mengaku terharu melihat antusias para peserta.

“Saya sangat senang melihat antusias WBP. Mereka cepat menyerap materi dan sangat bersemangat. Semoga keterampilan ini menjadi bekal yang berguna ketika mereka bebas,” ujarnya.

Salah satu peserta berinisial A.B turut menyampaikan rasa syukurnya.

“Kami sangat bersyukur dilibatkan. Ini menjadi bekal berharga untuk masa depan kami setelah menyelesaikan masa pidana,” tuturnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Parepare dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait transformasi SDM berbasis keterampilan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pembenahan moral, tetapi juga peningkatan kapasitas diri agar WBP siap kembali berdaya.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Lapas Parepare berharap semakin banyak WBP yang memiliki kemampuan praktis untuk membangun usaha mandiri, memasuki lapangan kerja, serta meningkatkan taraf hidup setelah bebas.

Program kemandirian seperti pelatihan bakery menjadi bukti nyata bahwa pemasyarakatan turut berperan dalam mempersiapkan WBP menuju masa depan yang lebih baik, selaras dengan arah Asta Cita Presiden. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *