INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare menggelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, selaku pembina apel di Lapangan Binalipu, Kamis (4/12/2025).
Apel ini digelar sebagai upaya antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi berdasarkan peringatan dini BPAG dan arahan Kementerian Dalam Negeri.
Apel turut dihadiri Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda, Kepala Kejaksaan Negeri Darfiah, Dandim 1405 Parepare Letkol Kav Soaduon Dody Dapot Simanjuntak, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala BPBD Parepare, para camat, serta lurah se-Kota Parepare.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tasming Hamid menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan peringatan serius untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Sebagai kota pesisir dengan dinamika cuaca yang cepat berubah, kita harus memastikan seluruh unsur pemerintah, termasuk POLRI dan para relawan, memiliki kesiapan yang sama. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, tetapi harus mengedepankan kerja kolaborasi dan kecepatan,” tegasnya.
Tasming kemudian memaparkan tiga makna penting dari apel kesiapsiagaan ini diantaranya:
1. memastikan kesiapan personel, perlengkapan, dan peralatan secara nyata di lapangan.
2. memperkuat koordinasi lintas sektor, karena mitigasi bencana tidak mungkin berhasil tanpa sinergi aparat keamanan, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat.
3. meneguhkan spirit kemanusiaan, di mana setiap langkah cepat dan tepat menjadi bentuk perlindungan bagi warga Parepare.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun. BPBD diminta memperkuat patroli, pemantauan titik rawan, dan kesiapsiagaan posko. OPD teknis seperti PUPR, DLH, Damkar, dan Satpol PP diminta untuk siaga 24 jam menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Para lurah dan camat juga diinstruksikan meningkatkan ketangguhan kebencanaan di wilayah masing-masing.
Kepada jajaran TNI-Polri, Basarnas, PMI, dan seluruh relawan, Tasming menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi mereka. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal alat dan personel, tetapi juga ketangguhan mental dan kecepatan bertindak.
“Saat bencana terjadi, sekecil apa pun, masyarakat berharap pada kita. Karena itu, mari kita jaga integritas, ketulusan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” pesan Tasming.
Menutup sambutan, Tasming menyampaikan pantun yang menguatkan pesan pentingnya kesiapsiagaan:
“Pagi hari ke Bukit Harapan, embun turun membasahi tanah.
Kesiapsiagaan harus diutamakan, agar Parepare tetap aman dan indah.”
Apel ditutup dengan doa dan harapan agar Kota Parepare senantiasa diberi perlindungan, kesehatan, dan keberkahan. (*)