INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menutup tahun 2025 dengan menggelar evaluasi dan refleksi kinerja, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program pembinaan, keamanan, dan pelayanan publik selama satu tahun terakhir, dengan realisasi anggaran mencapai 99,78 persen.
Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, menyampaikan bahwa jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) per 1 Januari 2025 sebanyak 602 orang, terdiri dari 93 tahanan dan 509 narapidana. Sepanjang tahun 2025, Lapas Parepare juga mencatat 74 kali penggeledahan kamar hunian WBP dengan pemusnahan 120 unit handphone sebagai barang bukti, serta penguatan pengamanan melalui razia gabungan bersama TNI, Polri, dan BNN daerah.
Di bidang pembinaan, Lapas IIA Parepare melaksanakan pembinaan mental dan keagamaan, pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, serta berbagai pelatihan kemandirian seperti barista, bakery, hidroponik, dan pengelasan. Sementara dalam pelayanan publik, sebanyak 774 narapidana memperoleh hak remisi dari total 786 yang memenuhi syarat.
Selain pembinaan internal, Lapas Parepare turut berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, bakti untuk negeri, donor darah, serta program magang dan praktik kerja lapangan. Sepanjang 2025, Lapas IIA Parepare juga menjalin 31 kerja sama lintas sektor dengan berbagai instansi.
Dari sisi pengelolaan keuangan, pagu anggaran Lapas IIA Parepare tahun 2025 sebesar Rp13,21 miliar dengan realisasi Rp12,78 miliar atau 99,78 persen, mencerminkan optimalisasi pelaksanaan program dan kegiatan sepanjang tahun 2025. (*)