INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Bursa penjaringan Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare periode 2026–2030 resmi ditutup setelah Islamul Haq menyerahkan berkas pendaftaran sebagai pendaftar keempat sekaligus terakhir. Penyerahan berkas dilakukan di Gedung Kembar IAIN Parepare, menandai berakhirnya tahapan pendaftaran calon pimpinan kampus tersebut.
Islamul Haq mengungkapkan permohonan maaf karena menjadi pendaftar terakhir. Ia menyampaikan bahwa berkas pendaftarannya baru rampung diselesaikan pada hari yang sama. Dengan nada santai, ia menyebut dalam banyak kisah justru tokoh terakhir kerap menjadi yang paling kuat.
Ia juga menegaskan keikutsertaannya dalam bursa calon rektor sebagai bentuk keterwakilan generasi muda di lingkungan IAIN Parepare.
Menurut Islamul Haq, secara kelembagaan IAIN Parepare telah berada pada jalur yang tepat menuju kampus unggul. Hal itu ditandai dengan capaian akreditasi institusi unggul, 15 program studi terakreditasi unggul, peningkatan peringkat SINTA nasional, prestasi Learning Management System (LMS) tingkat nasional, hingga perolehan Anugerah Best Digital University.
Meski demikian, ia menilai masih diperlukan sejumlah penguatan, terutama pada aspek internasionalisasi, peningkatan kualitas pembelajaran, serta sistem monitoring yang berkelanjutan agar kompetensi lulusan sesuai dengan profil yang ditawarkan. Ia mencontohkan lulusan bidang hukum yang diarahkan untuk mampu berkiprah sebagai hakim, pengacara, dan profesi hukum lainnya.
Lebih lanjut, Islamul Haq menekankan pentingnya pelayanan prima bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari mahasiswa, dosen, orang tua, hingga mitra kerja sama. Ia menyebut, pengalamannya sebagai Direktur Pascasarjana menjadi modal penting, di mana dalam kurun waktu sekitar dua tahun jumlah mahasiswa pascasarjana meningkat signifikan, dari sekitar 300 menjadi hampir 800 mahasiswa.
Selain peningkatan jumlah mahasiswa, ia juga menyoroti tumbuhnya budaya akademik produktif di lingkungan pascasarjana, ditandai dengan rekor pengiriman 150 artikel ilmiah dalam satu waktu, lahirnya sekitar 200 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam setahun terakhir, serta peningkatan akreditasi program studi.
Pengalaman-pengalaman tersebut, menurut Islamul Haq, menjadi bekal untuk membawa IAIN Parepare semakin berjaya, sejajar dengan perguruan tinggi unggulan nasional, bahkan mampu bersaing di tingkat internasional. (*)