Kasat Reskrim Ungkap Dugaan Asfiksia pada Korban Tewas di Pantai Mattirotasi

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Agus Purwanto mengungkapkan bahwa korban pria yang ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Mattirotasi, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Kamis (5/2/2026), diduga meninggal akibat asfiksia atau kehabisan napas saat berada di laut.

Menurut AKP Agus Purwanto, berdasarkan hasil pemeriksaan awal medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dugaan sementara mengarah pada korban meninggal dunia akibat tenggelam atau kekurangan oksigen.

Korban diketahui bernama Maryunus Samara Raba (51), warga Jalan Nurussamawati, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.00 Wita oleh warga yang sedang mencari botol plastik di pesisir pantai.

Saksi pertama, Harking alias Laregeng (62), melihat sesosok tubuh tergeletak dalam posisi tengkurap di bibir pantai dengan menggunakan senter. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Bustam alias Cambang (39) yang berada di kios dekat lokasi kejadian. Keduanya selanjutnya menghubungi pihak kepolisian dan petugas terkait.
Sekitar pukul 07.00 Wita, petugas medis PSC 119 tiba di lokasi dan mengevakuasi jenazah ke kamar jenazah RSUD Tipe B Andi Makkasau Parepare untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Dokter jaga RSUD Andi Makkasau Parepare, dr. Muhammad Sofyan Fajri, S.Kep, didampingi Alamsyah, S.Kep, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya luka akibat kekerasan. Jenazah diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga enam jam sebelum ditemukan, dengan kondisi kaku mayat serta mengeluarkan cairan dan darah dari hidung dan mulut yang diduga berasal dari paru-paru akibat kemasukan air.

Istri korban, Adolfina Dina Limbong (45), membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah suaminya. Ia menjelaskan, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 02.30 Wita dengan sepeda motor untuk membeli obat dan berencana berendam di laut. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit usus turun dan telah menjalani operasi sebanyak tiga kali.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan penolakan autopsi yang ditandatangani oleh keluarga korban.

Sementara itu, sepeda motor korban jenis Yamaha Mio S 125 warna biru putih beserta sepasang sandal ditemukan terparkir di halaman Masjid Nurul Yasin, Jalan Mattirotasi, Kecamatan Bacukiki Barat, dan diamankan sebagai barang bukti.

Hingga kini, pihak kepolisian menyatakan motif dan modus kejadian masih dalam penyelidikan, meski tidak ditemukan indikasi tindak pidana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *