INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Agus Purwanto memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam kasus penemuan sesosok mayat laki-laki di teras rumahnya di Perumnas Wekke’e, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Selasa (10/2/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Syarifuddin (64), seorang wiraswasta yang berdomisili di Jalan Kejayaan 3 Perumnas Wekke’e Blok G Nomor 32. Jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.30 Wita oleh petugas pencatat meteran air saat hendak melakukan pengecekan rutin di rumah korban.
AKP Agus Purwanto menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, serta keterangan medis awal, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan maupun perbuatan pidana dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat faktor medis.
“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian dan keterangan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena riwayat penyakit,” ujar AKP Agus Purwanto.
Sementara itu, dokter jaga IGD RSUD Tipe B Andi Makkasau Parepare, dr. Zulfadli, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak menemukan luka atau tanda kekerasan. Kondisi jenazah juga telah menunjukkan proses pembusukan dan diperkirakan korban meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
Sekitar pukul 11.00 Wita, jenazah korban dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD Andi Makkasau Parepare menggunakan ambulans PSC 119 untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
AKP Agus Purwanto menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan resmi. Dengan demikian, penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur dan tidak dilanjutkan ke tahap penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian memastikan situasi di sekitar lokasi kejadian tetap kondusif serta mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat apabila menemukan peristiwa serupa di lingkungan masing-masing. (*)