INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Andi Muh. Fudail menyerap aspirasi warga dalam reses di Kecamatan Soreang, Kamis (14/5/2026). Warga memprotes pelaksanaan event yang terlalu sering serta bantuan yang belum terealisasi.
Dalam jumpa pers, Fudail mengungkapkan keluhan masyarakat terkait kegiatan event yang dinilai terlalu sering dan berdampak pada penurunan pendapatan pedagang. Aspirasi tersebut telah disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (SKPD) agar menjadi perhatian pemerintah.
Selain itu, warga juga mempertanyakan bantuan yang belum terealisasi meski telah berulang kali disampaikan dalam reses selama tiga tahun terakhir.
Fudail menjelaskan, sebagian bantuan sudah terealisasi pada tahun sebelumnya, namun masih banyak yang menunggu pelaksanaan.
Untuk tahun 2026, pihaknya mencatat lebih dari 40 data calon penerima bantuan, termasuk program bedah rumah, bantuan etalase, peralatan pertukangan, serta perbaikan lorong. Data tersebut telah diserahkan ke instansi terkait dan kini tinggal menunggu realisasi.
Masalah infrastruktur juga menjadi sorotan, khususnya genangan air di Jalan Lahalede. Warga menilai penyebab utama adalah penyempitan aliran air yang membuat debit tidak tertampung.
Mereka berharap pemerintah membangun dekker yang lebih besar agar aliran air lancar dan tidak meluap ke badan jalan.
Fudail menambahkan, pada 2025 lalu beberapa bantuan telah disalurkan, seperti perlengkapan nelayan berupa mesin kapal, genset, alat tangkap, serta bantuan usaha kecil. Namun, jumlah aspirasi yang masuk terus meningkat, bahkan mencapai sekitar 100 usulan, dengan harapan minimal 50 persen dapat direalisasikan.
Meski pada tahun ini sekitar 40 aspirasi telah terealisasi, Fudail mengakui dalam satu hingga dua tahun terakhir tingkat realisasi aspirasi baru berkisar 30 persen. Ia berharap ke depan lebih banyak aspirasi masyarakat dapat terakomodasi meski dalam kondisi efisiensi anggaran. (*)