INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare menyiapkan layanan penjemputan pelajar ke kantor Disdukcapil dan Mal Pelayanan Publik (MPP) setelah alat perekaman mobile e-KTP mengalami kerusakan.
Kepala Disdukcapil Kota Parepare, Hj. Suryani, mengatakan kerusakan terjadi pada alat On The Spot (OTS) yang biasa digunakan untuk perekaman e-KTP di sekolah-sekolah. Sementara perangkat perekaman yang berada di kantor Disdukcapil masih berfungsi normal. Hal ini disampaikannya saat dikonfimasi di ruang kerjanya , Senin (18/5/2026).
“Untuk sementara perekaman di sekolah dihentikan sejenak sambil menunggu solusi perbaikan alat,” ujarnya.
Sebagai langkah alternatif, Disdukcapil akan menggunakan mobil operasional untuk menjemput pelajar yang sebelumnya dijadwalkan mengikuti perekaman di sekolah agar tetap dapat melakukan perekaman di kantor Disdukcapil maupun MPP.
Menurut Suryani, pihaknya telah melaporkan kerusakan alat tersebut ke pemerintah pusat, namun hingga kini belum mendapat respons karena laporan baru disampaikan pada Selasa.
Meski menghadapi kendala teknis, Disdukcapil tetap optimistis mampu mencapai target perekaman sekitar 2.000 pelajar usia 16–17 tahun sepanjang 2026.
Ia menjelaskan, capaian perekaman di sejumlah sekolah cukup bervariasi. SMA Negeri 1 Parepare telah mencapai sekitar 60 persen, SMK Negeri 3 sekitar 40 persen, SMK Negeri 2 hampir 60 persen, sedangkan SMA Negeri 4 baru memulai perekaman sebelum alat mengalami gangguan.
Saat ini jumlah pelajar yang telah melakukan perekaman e-KTP mencapai 438 orang. Sementara sekolah yang belum dijadwalkan perekaman yakni SMK Negeri 1 dan SMA Negeri 2 yang memiliki jumlah siswa terbanyak.
Perekaman e-KTP sendiri dilakukan saat jam istirahat sekolah yang berlangsung dua kali sehari. Setelah ujian sekolah selesai sekitar pukul 10.00 Wita, Disdukcapil juga membuka kemungkinan penjemputan siswa hingga sore hari guna mempercepat pencapaian target perekaman. (*)