INSIDENNEWS.com,PAREPARE– Kelurahan Bumi Harapan berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal yang digelar Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Penggerak PKK Kota Parepare. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium BJ Habibie, lantai 1 Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Jumat (19/6/2026).
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kelurahan Bumi Harapan yang menampilkan kreasi menu sehat berbasis pangan lokal dengan konsep tanpa nasi atau rendah karbohidrat, sebagai bagian dari kampanye diversifikasi konsumsi pangan di masyarakat.
Ketua PKK Kelurahan Bumi Harapan, Nelli Mandasari, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih timnya dalam ajang tersebut. Ia berharap keberhasilan itu dapat menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus mengembangkan menu pangan sehat berbasis bahan lokal.
“Syukur Alhamdulillah, kami sangat senang karena bisa meraih juara 3. Semoga ini menjadi inspirasi untuk ke depannya agar masyarakat semakin kreatif dalam memanfaatkan pangan lokal,” ujar Nelli.
Ia menjelaskan, menu yang ditampilkan timnya mengusung konsep tanpa nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Sebagai alternatif, mereka menggunakan jagung rebus yang dibungkus daun pandan, dipadukan dengan berbagai lauk bergizi seperti sate ikan tuna, udang lengkuas, serta lawar pepaya muda.
Menurutnya, konsep tersebut juga terinspirasi dari pentingnya pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi karbohidrat berlebih dan memperbanyak asupan makanan yang sesuai prinsip B2SA.
“Dari sisi kesehatan, kita ingin menunjukkan bahwa pola makan sehat tidak harus selalu bergantung pada nasi. Kita bisa mengurangi karbohidrat berlebih dan menggantinya dengan pangan lokal yang tidak kalah bergizi,” jelasnya.
Nelli berharap masyarakat mulai membiasakan diri memanfaatkan pangan lokal yang tersedia di sekitar, seperti ubi, jagung, dan berbagai bahan pangan lainnya sebagai alternatif konsumsi sehari-hari.
“Harapannya kita bisa lebih memanfaatkan pangan lokal yang ada. Kita tidak harus selalu mengonsumsi karbohidrat tinggi, karena masih banyak pilihan menu sehat tanpa nasi yang bisa dikembangkan,” tutupnya. (*)