INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Perum Bulog Cabang Parepare memastikan ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras Public Service Obligation (PSO) yang tersedia tercatat mencapai 153 ribu ton dan dinilai mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Parepare, Muhammad Fajrin Ardinata, saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026). Ia menegaskan, stok beras yang tersedia saat ini berada pada kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Kota Parepare.
“Stok alhamdulillah sangat aman. Stok beras PSO kita ada sebesar 153.000 ton. Kalau dihitung berdasarkan penyaluran bantuan pangan, ketahanan stok Kota Parepare bisa bertahan sampai 17 tahun,” ujar Fajrin.
Menurutnya, jumlah stok yang melimpah tersebut membuat Bulog memiliki opsi untuk mendistribusikan sebagian pasokan ke luar Provinsi Sulawesi Selatan, selain tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Parepare.
Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog Parepare juga menegaskan harga beras SPHP di pasaran tetap terkendali. Fajrin menjelaskan, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP hingga saat ini masih mengacu pada ketentuan sebelumnya, yakni Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram.
Meski demikian, sejumlah mitra pengecer dan Rumah Pangan Kita (RPK) di Parepare disebut berkomitmen menjual di bawah HET. Saat ini, harga jual di tingkat pengecer rata-rata berada di angka Rp60 ribu per karung atau sekitar Rp12 ribu per kilogram.
“Bahkan kalau ada yang menjual di harga Rp58.000 per sak, itu masih aman. Pada Gerakan Pangan Murah, harga bisa lebih rendah karena Bulog melepas harga dari gudang sebesar Rp55.000 per sak,” jelasnya.
Dengan kondisi stok yang melimpah serta harga yang tetap terjangkau, Bulog Parepare memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh beras SPHP dengan harga stabil sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah. (*)