KONI Parepare Dorong Penguatan Anggaran Training Center dan PORPROV 2026 di Bone-Wajo

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parepare, Fadly Agus Mante, menyebut saat ini tengah berlangsung konsultasi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD terkait perubahan APBD Tahun 2026, seiring semakin dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV Sulawesi Selatan 2026) yang dijadwalkan pada 9–15 November 2026 di Bone dan Wajo.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan anggaran saat ini menjadi perhatian penting mengingat kebutuhan persiapan atlet yang akan bertanding pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, hal tersebut disampaikan Fadly saat ditemui di R57 Coffee, Selasa (23/6/2026).

“Kami berharap pemerintah kota melalui TAPD dan DPRD dapat mengakomodir anggaran training center bagi 36 cabang olahraga (cabor) yang lolos, untuk mempersiapkan atlet secara maksimal,” ujarnya.

Selain itu, KONI Parepare juga mendorong agar Dinas Pemuda dan Olahraga dapat mengakomodir anggaran pelaksanaan PORPROV 2026 yang akan digelar di Bone dan Wajo. Menurutnya, dua kebutuhan utama yang harus diperhatikan adalah program training center serta dukungan anggaran pelaksanaan kejuaraan.

Fadly menuturkan, pengalaman pada PORPROV sebelumnya di Sinjai-Bulukumba menunjukkan KONI Parepare menerima dana hibah sekitar Rp6 miliar. Namun, ia menilai adanya aturan efisiensi dan pembatasan membuat peningkatan anggaran melalui skema hibah tidak dimungkinkan.

“Karena itu kami berharap melalui program pembinaan prestasi di Dinas Pemuda dan Olahraga, dua mata anggaran ini bisa diakomodir, yakni training center dan anggaran PORPROV itu sendiri,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan perhatian dari DPRD, pemerintah kota, serta Wali Kota Parepare, mengingat capaian prestasi daerah yang cukup membanggakan pada PORPROV sebelumnya, di mana Parepare berhasil masuk tiga besar berdasarkan konversi perolehan medali.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk dipertahankan, namun membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar persiapan atlet lebih optimal.

“Kami berharap ada tambahan dukungan logistik untuk atlet dan ofisial dari 36 cabor yang akan bertanding di Bone dan Wajo,” katanya.

Fadly juga mengakui bahwa hingga saat ini sebagian besar cabang olahraga masih menjalankan latihan secara mandiri akibat keterbatasan pendanaan, sehingga pembinaan belum berjalan secara sistematis dan terprogram.

Ia menegaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar potensi atlet dapat berkembang maksimal sesuai target prestasi yang diharapkan.

“Kami sudah menyiapkan solusi, namun masih menunggu regulasi daerah yang efektif agar sarana olahraga bisa dimaksimalkan kembali, termasuk untuk training center yang dapat digunakan masing-masing cabor tanpa mengganggu aktivitas lainnya,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *