INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Parepare mencatat sebanyak 2.448 warga pindah keluar dari Kota Parepare sepanjang semester pertama 2026, periode Januari hingga Juni. Sementara itu, jumlah warga yang pindah masuk ke Parepare mencapai 1.936 orang.
Data tersebut disampaikan saat dikonfirmasi usai pelaksanaan nikah massal di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) lantai dua, Selasa (11/8/2026) kemarin.
Kepala Dinas Dukcapil Parepare, Suriani, menuturkan selisih jumlah warga yang keluar dan masuk dinilai tidak terlalu signifikan. Menurutnya, Parepare merupakan daerah transit yang menjadi tujuan masyarakat untuk berbagai keperluan.
“Tidak terlalu signifikan antara keluar dan masuk. Parepare ini bisa dikatakan daerah transit,” tuturnya.
Menurutnya, warga yang datang ke Parepare umumnya memiliki tujuan untuk menempuh pendidikan, bekerja, maupun mengikuti keluarga yang telah lebih dahulu berdomisili di Parepare.
Sementara itu, warga yang pindah keluar Parepare mayoritas tercatat menuju luar provinsi. Salah satu daerah tujuan yang cukup banyak adalah Kalimantan, yang diduga berkaitan dengan kebutuhan pekerjaan maupun aktivitas perdagangan.
“Yang banyak keluar itu ke Kalimantan, mungkin terkait dengan pekerjaan. Ada yang bekerja, berdagang di sana, akhirnya pindah ke Kalimantan,” jelasnya.
Selain data perpindahan penduduk, Suriani mengungkapkan Dukcapil Parepare juga terus mengejar capaian perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula. Dari target sekitar 20.000 pemilih pemula, saat ini baru sekitar 2.000 orang yang telah melakukan perekaman.
Dukcapil Parepare kini menyasar sejumlah SMA Negeri di Kota Parepare untuk mempercepat proses perekaman, mulai dari SMA Negeri 1 hingga SMA Negeri 5.
Sementara itu, sejumlah siswa SMK belum tersentuh proses perekaman lantaran saat ini tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Kendala pertama untuk SMK karena mereka sedang PKL. Jadi yang sekarang kami lakukan adalah sekolah-sekolah SMA Negeri, SMA 1, SMA 2, SMA 3, SMA 4 dan SMA 5,” tutupnya. (*)