INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Parepare mendorong manajemen RS Dr. Hasri Ainun Habibie meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran. Hal itu disampaikan dalam pelatihan Code Red dan simulasi kebakaran yang digelar manajemen rumah sakit di ruang pertemuan lantai 3, Rabu (26/8/2026).
Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan Damkar Parepare, Frans, mengatakan manajemen rumah sakit harus mampu melakukan penanganan awal secara mandiri ketika terjadi kebakaran sebelum bantuan dari petugas pemadam kebakaran tiba.
“Harapan kami ke depan pengelolaan kedaruratan di rumah sakit itu secara mandiri, pengelola dan manajemen mampu mengatasi lebih awal,” ujar Frans.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bagian dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 66 Tahun 2016. Regulasi tersebut mengatur penyelenggaraan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan rumah sakit, termasuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Frans menjelaskan, Code Red atau kode merah merupakan kode darurat yang menandakan adanya kejadian kebakaran. Karena itu, kode tersebut perlu dipahami dan dikuasai seluruh pihak yang memiliki peran dalam penanganan kondisi darurat di rumah sakit.
Selain Code Red, terdapat sejumlah kode darurat lain yang perlu dipahami, di antaranya kode biru untuk evakuasi pasien, kode putih untuk pengamanan dokumen penting pasien, serta kode kuning untuk pengamanan peralatan medis yang vital.
“Baik kebakaran maupun bencana lain, pihak manajemen dan pengelola rumah sakit harus siap melakukan penanganan lebih awal secara mandiri dalam pelaksanaan pelayanan di rumah sakit,” katanya.
Frans juga mengapresiasi sarana proteksi kebakaran yang dimiliki RS Dr. Hasri Ainun Habibie. Menurutnya, rumah sakit tersebut telah memiliki sejumlah fasilitas pendukung seperti sprinkler, APAR, dan hidran di setiap lantai.
Ia menyebut, reservoir hidran yang dimiliki rumah sakit memiliki kapasitas sekitar 180 meter kubik air yang dapat digunakan untuk mendukung upaya pemadaman ketika terjadi kondisi darurat.
“Melalui pelatihan ini, kita memberikan materi-materi yang bisa menunjang sarana-prasarana itu agar dapat dioperasikan secara mandiri oleh pihak manajemen dan pengelola rumah sakit,” jelasnya.
Damkar Parepare, lanjut Frans, juga siap memberikan pendampingan secara berkala kepada pihak rumah sakit. Simulasi akan dilakukan secara rutin agar manajemen dan pengelola semakin menguasai penggunaan sarana proteksi kebakaran serta jalur evakuasi yang tersedia.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat sinergi antara Damkar dan pihak rumah sakit sekaligus menekan risiko serta kerugian apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
“Dengan menguasai peralatan dan sarana-prasarana ini, kami berharap manajemen dan pengelola rumah sakit mampu menekan kerugian yang dialami,” pungkasnya. (*)