INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Festival Vokal Rai Tahun 2026 yang digelar di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Wali Kota Parepare, Senin (31/8/2026) malam, diikuti sebanyak 31 peserta dari berbagai instansi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kota Parepare.
Festival yang digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut diinisiasi Korwil REI Komisariat Ajatappareng.
Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, mendorong agar Festival Vokal Rai tidak hanya digelar tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai daerah dan instansi.
“Insya Allah Festival Vokal Rai ini akan diselenggarakan tiap tahun. Saya berinisiatif setiap tahun akan dilaksanakan dan akan bergulir. Tahun ini kita mulai di Kota Parepare dan tidak menutup kemungkinan tahun depan, 17 Agustus 2027, kita laksanakan di Kabupaten Sidrap,” ujar Hermanto.
Menurut Hermanto, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat silaturahmi antarpemerintah daerah dan instansi yang berpartisipasi.
Ia menuturkan, pelaksanaan festival juga menjadi momentum untuk membangun kolaborasi serta menjaga keberlangsungan berbagai kegiatan positif yang melibatkan banyak pihak.
Festival Vokal Rai tersebut turut dihadiri Rezza Pratama Said yang merupakan salah satu kandidat calon Ketua REI Sulsel bersama rombongan REI Sulsel. Hadir pula Kepala Cabang Bank Sulselbar Parepare Ahmad Iqbal, jajaran pengurus REI Ajatappareng dan para pengembang, serta Ketua I Tim Penggerak PKK Parepare, Sri Tanty Mariani Nasrah.
Hermanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan peserta dari berbagai OPD menunjukkan antusiasme dalam menyukseskan Festival Vokal Rai 2026.
“Kegiatan ini kita libatkan dari OPD, kurang lebih 30 yang ikut. Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Parepare mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah melakukan kegiatan ini dengan baik,” katanya.
Selain itu, Hermanto berpesan kepada tim juri agar memberikan penilaian secara objektif dan transparan. Ia meminta seluruh peserta dapat menerima hasil perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Saya titip kepada tim juri, tetap objektif, tetap terbuka. Tidak ada yang dibilang main kiri, main kanan, karena tentunya yang menjadi pemenang itu pasti dia yang terbaik,” tegasnya.
Menurut Hermanto, menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Ia menilai keberanian untuk tampil dan menjadi peserta merupakan hal yang patut diapresiasi.
“Menang kalah itu hal yang biasa. Di sini bukan siapa yang hebat sekali menyanyi, tetapi keberaniannya menjadi peserta itu tidak mudah, tidak gampang, butuh keberanian,” ungkapnya.
Ia pun kembali mengingatkan peserta untuk menjaga sportivitas dan menghormati keputusan tim juri sebagai hasil akhir perlombaan.
“Saya minta tetap jaga sportifitas. Apa pun hasil dari tim juri, itulah yang menjadi pemenang,” pungkas Hermanto.
Di akhir sambutannya, Hermanto menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Saya atas nama pribadi, atas nama tuan rumah, memohon maaf apabila ada kekurangan dalam kegiatan ini dan apabila ada yang tidak berkenan di hati Bapak Ibu,” tutupnya. (*)