INSIDENNEWS.com, PAREPARE– PT PLN (Persero) ULP Mattirotasi melakukan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Kota Parepare sejak Minggu hingga Selasa (1/9/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mencegah gangguan meluas yang dapat menyebabkan blackout.
Manager PLN ULP Mattirotasi, Adryani, menjelaskan pemadaman bukan disebabkan gangguan pada pembangkit listrik di Parepare, melainkan dampak dari pemeliharaan infrastruktur pada sisi pembangkitan di wilayah Sulawesi Selatan.
Menurutnya, dalam kondisi normal pasokan listrik untuk Kota Parepare berada dalam kondisi aman, bahkan kapasitasnya mencukupi.
Namun, ketika dilakukan pemeliharaan pada pembangkit dengan kapasitas besar, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap sistem kelistrikan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
“Kalau secara normal pasokan listrik untuk Parepare itu normal, bahkan melebihi. Hanya saja kalau dalam kondisi tertentu seperti saat ini, apabila dilakukan pemeliharaan dari sisi pembangkit yang kapasitasnya lumayan besar, maka itu akan bisa berdampak ke beberapa daerah yang ada di Sulawesi Selatan,” ungkap Adryani, Selasa (1/9/2026).
Adryani mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima PLN, kondisi pemadaman bergilir tersebut direncanakan berlangsung hingga dua hari ke depan sejak Minggu. Pengaturan wilayah terdampak dilakukan dengan menyesuaikan permintaan dari unit pengatur beban di Makassar.
Pemadaman di setiap wilayah diperkirakan berlangsung sekitar tiga jam dan dilakukan secara bergilir, dengan waktu pelaksanaan mulai sekitar pukul 10.00 hingga 20.00 WITA.
Adryani menegaskan, pemadaman bergilir tersebut menjadi langkah yang perlu dilakukan selama proses pemeliharaan berlangsung. Sebab, jika pemeliharaan tidak dilakukan, gangguan pada sistem kelistrikan berpotensi meluas dan menyebabkan pemadaman yang lebih besar.
“Kalau tidak dilakukan pemeliharaan, ini akan bisa lebih kepada gangguan meluas, blackout lah istilahnya. Kita berharap sistem yang terganggu akibat pemeliharaan yang tidak terstruktur tidak lebih berdampak kepada seluruh satu provinsi,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat Kota Parepare memahami kondisi tersebut dan menyesuaikan aktivitas dengan jadwal pemadaman yang telah ditentukan.
Kata Adryani, terus mengupayakan percepatan jadwal pemeliharaan dan pemadaman bergilir agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
“Kami sudah dua hari ini mengupayakan untuk percepatan jadwal pemeliharaan, jadwal pemadamannya agar masyarakat juga bisa mengantisipasi untuk kegiatan-kegiatannya bisa disesuaikan sesuai dengan jadwal pemadaman bergilir ini,” pungkasnya.
Ia juga mengimbau pelanggan, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus, untuk menyiapkan sumber listrik cadangan seperti genset sebagai langkah antisipasi selama pemadaman bergilir berlangsung. (*)