Taufan Pawe: Teknologi Harus Hadir di Sawah, Bukan Hanya di Industri

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Anggota Komisi II DPR RI, Dr. H.M. Taufan Pawe, menegaskan bahwa penerapan teknologi di sektor pertanian perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan menarik minat generasi muda kembali ke desa. Menurutnya, teknologi tidak hanya berkaitan dengan komputer, dirgantara, dan industri mesin, tetapi juga harus hadir dalam pengelolaan lahan pertanian.

Hal tersebut disampaikan Taufan Pawe saat menghadiri Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-5 Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare, di Gedung Pemuda, Jalan Pemuda, Kota Parepare, Sabtu (17/10/2026).

Mantan Wali Kota Parepare periode 2014–2024 itu mengungkapkan, gagasan tersebut mengingatkannya pada pesan Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, saat keduanya berdiskusi mengenai pengembangan teknologi.

“Beliau mengingatkan saya, Taufan, ingat teknologi itu bukan hanya di depan komputer. Teknologi bukan hanya dirgantara, bukan hanya IPTN, bukan hanya mesin, tetapi teknologi sesungguhnya juga harus kita hadirkan di sawah,” ujarnya.

Taufan menjelaskan, penerapan teknologi pertanian diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap pekerjaan di sektor pertanian yang selama ini identik dengan cangkul dan tenaga fisik.

Ia menginginkan agar pertanian semakin mengandalkan pengetahuan, inovasi, mekanisasi, dan digitalisasi. Dengan demikian, generasi muda diharapkan tertarik kembali ke desa karena pengelolaan pertanian dapat dilakukan dengan dukungan teknologi modern.

“Kita tidak mau orang melihat sawah itu karena cangkul, sawah itu karena otot. Saya mau sawah itu identik dengan otak, bagaimana menghadirkan teknologi dan pendekatan-pendekatan teknologi pertanian,” tegasnya.

Ia mencontohkan, pemanfaatan teknologi dapat dilakukan melalui penggunaan traktor, peralatan pertanian modern, serta digitalisasi dalam proses pengelolaan lahan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan.

Taufan pun berharap Rektor ITH mampu menerjemahkan gagasan tersebut melalui pengembangan dan penguatan keilmuan, khususnya di bidang pertanian, sehingga ilmu pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Selain menyoroti teknologi pertanian, Taufan menyebut Dies Natalis ke-5 ITH memiliki makna tersendiri baginya sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam proses pendirian institusi pendidikan tinggi tersebut.

Ia berharap semangat awal pendirian ITH terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar kampus tersebut berkembang menjadi pusat pendidikan dan peradaban.

“Perguruan tinggi itu adalah pusat peradaban. Kita berharap Institut Teknologi BJ Habibie ini bisa menjadi mercusuar pendidikan, bukan hanya di Parepare, bukan hanya di Sulawesi Selatan, tetapi secara regional, bahkan internasional,” ungkapnya.

Taufan juga mengapresiasi kehadiran Wali Kota Parepare dalam peringatan Dies Natalis tersebut. Menurutnya, kehadiran unsur eksekutif dan legislatif menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi untuk memajukan pendidikan dan pembangunan daerah.

Ia mengingatkan bahwa proses menghadirkan ITH di Parepare bukanlah perkara mudah. Salah satu tantangan yang dihadapi saat pendiriannya adalah pemenuhan persyaratan lahan seluas 30 hektare sebagai salah satu syarat perizinan institusi.

Menurut Taufan, meskipun telah terdapat landasan kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2014, berbagai persyaratan tetap harus dipenuhi agar pendirian institusi pendidikan tinggi tersebut dapat terwujud.

Karena itu, ia berharap semangat perjuangan dalam mendirikan ITH terus dipertahankan melalui sinergi pemerintah daerah, legislatif, dan pihak kampus.

Momentum Dies Natalis ke-5 ITH diharapkan tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi, tetapi juga menjadi dorongan untuk memperkuat pendidikan berbasis teknologi, mengembangkan inovasi pertanian, dan mendukung pembangunan Kota Parepare serta ketahanan pangan nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *