INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare bersama Pemerintah Kota Parepare mencanangkan dan menandatangani komitmen bersama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menyukseskan pendataan ekonomi yang akan berlangsung hingga Agustus 2026.
Kepala BPS Kota Parepare, Dian Ernawaty, mengatakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan secara bertahap. Saat ini BPS tengah melakukan pendataan terhadap usaha besar, sebelum dilanjutkan dengan pendataan lengkap secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Usaha besar jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi kontribusinya sangat besar terhadap perekonomian. Selanjutnya, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus akan dilakukan pendataan lengkap sensus ekonomi secara door to door ke seluruh wilayah dan rumah tangga di Kota Parepare, termasuk updating data ekonomi keluarga,” ujarnya.
Dian menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Menurutnya, pelaksanaan sensus tahun ini menjadi momentum penting untuk memotret perubahan struktur ekonomi, termasuk perkembangan ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan usaha berbasis teknologi yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.
“Salah satu tujuan sensus ekonomi adalah mencakup seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, sehingga seluruh potensi ekonomi di Kota Parepare dapat tercatat dan terhitung secara akurat,” katanya.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Parepare, Forkopimda, BUMN, serta berbagai organisasi perangkat daerah yang telah membantu proses persiapan sensus, termasuk fasilitasi pendataan usaha besar dan pelatihan petugas lapangan.
Dalam pelaksanaannya, BPS Kota Parepare melibatkan sebanyak 112 petugas mitra lapangan yang telah mengikuti pelatihan khusus untuk melakukan pendataan. BPS berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung pelaksanaan sensus agar proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas.
“Data sensus ekonomi bukan milik BPS semata, tetapi milik bangsa Indonesia. Karena itu kami mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen bersama menyukseskan sensus ini agar menghasilkan data yang akurat untuk perumusan kebijakan pembangunan, khususnya di Kota Parepare,” jelas Dian.
Menurutnya, data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, hingga perencanaan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan, BPS optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Parepare dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang menjadi kompas pembangunan daerah dalam satu dekade mendatang. (*)