INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Ketahanan Pangan berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota Parepare menggelar Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sebagai upaya mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi pangan lokal yang sehat dan bernilai gizi tinggi. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium BJ Habibie Lantai 1, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 22 peserta dari berbagai perwakilan kecamatan yang menampilkan inovasi menu berbahan dasar pangan lokal. Beragam olahan kreatif disajikan sebagai alternatif konsumsi keluarga sehari-hari dengan mengedepankan prinsip makanan sehat, aman, bergizi, dan tidak bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare, dr. Andi Arfiah Tasming, mengatakan pihak PKK mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk membantu penyediaan anggaran bagi peserta untuk membeli bahan baku yang digunakan dalam lomba.
“PKK mensupport kegiatan ini, kami memberikan dana untuk membeli bahan-bahan pokok yang digunakan peserta dalam menyiapkan menu lomba hari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan B2SA menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar mereka serta mulai mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu seperti beras dan terigu.
Menurutnya, penerapan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung pencegahan stunting sejak dini.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare, Andi Rohani, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara Dinas Ketahanan Pangan dengan Tim Penggerak PKK dalam menyukseskan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga sebagai pengelola konsumsi keluarga.
“Kolaborasi ini sangat berharga karena kegiatan B2SA bersentuhan langsung dengan keluarga. Kami ingin memberikan contoh bagaimana sebenarnya konsep konsumsi pangan B2SA itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, sejak technical meeting seluruh peserta telah diberikan arahan agar menu yang disiapkan tidak menggunakan bahan pangan berbasis beras sebagai bahan utama. Hal ini bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa kebutuhan pangan tidak selalu harus bergantung pada nasi.
“Intinya kami ingin memberikan pemahaman bahwa makanan tidak selalu harus nasi. Ubi, jagung, dan berbagai bahan pangan lokal lainnya juga bisa menjadi alternatif yang mengenyangkan, sehat, dan memiliki cita rasa yang baik. Dengan begitu anak-anak juga bisa belajar bahwa tanpa nasi pun tetap bisa menikmati makanan yang enak dan bergizi,” jelasnya.
Melalui lomba B2SA ini, Pemerintah Kota Parepare berharap masyarakat semakin sadar pentingnya diversifikasi pangan sekaligus memanfaatkan kekayaan pangan lokal daerah untuk mewujudkan keluarga sehat dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (*)