Perempuan Indonesia Maju dan Bawaslu Parepare Jalin MoU, Perkuat Peran Perempuan dalam Demokrasi

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Indonesia Maju Kota Parepare resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Bawaslu Parepare, Minggu (21/6/2026). Penandatanganan yang berlangsung di Kose Cafe, Jalan Matahari, Kota Parepare itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi kedua lembaga di bidang pendidikan politik, pengawasan pemilu, serta peningkatan peran perempuan dalam demokrasi.

Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju Kota Parepare, Reski Anugrah Azis, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan membangun kolaborasi strategis antara kedua lembaga agar pelaksanaan pemilu ke depan dapat berjalan lebih baik, berintegritas, dan sesuai harapan bersama.

“Tujuan kami bagaimana dua institusi ini bisa berkolaborasi dan bersinergi menyusun langkah strategis agar pelaksanaan pemilu mendatang berjalan dengan baik, jujur, dan sesuai harapan bersama,” ujar Reski.

Menurutnya, kerja sama ini juga dilatarbelakangi masih minimnya keterwakilan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu maupun pengawasan demokrasi. Kehadiran Perempuan Indonesia Maju yang beranggotakan perempuan diharapkan mampu menjadi bagian dari penguatan peran perempuan dalam bidang tersebut.

Ia menjelaskan, penandatanganan MoU ini dinilai menjadi momentum penting karena program yang dimiliki kedua lembaga ternyata memiliki kesamaan visi, salah satunya program Go To School yang fokus pada edukasi di lingkungan sekolah.

Program tersebut nantinya menyasar sekolah negeri maupun madrasah di Kota Parepare dengan agenda sosialisasi terkait perlindungan anak, edukasi kekerasan seksual, persoalan keluarga, hingga pendampingan bagi anak-anak di bawah umur.

“Program kami ternyata sejalan dengan program Bawaslu. Ini menjadi momentum yang baik untuk bersinergi karena tujuan kami sama, yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” jelasnya.

Reski menambahkan, kerja sama ini diharapkan menjadi sarana peningkatan pengetahuan politik bagi perempuan, mengingat selama ini pemahaman perempuan terhadap politik dan pengawasan pemilu dinilai masih terbatas, meski jumlah pemilih perempuan dalam pemilu tergolong dominan.

“Perempuan itu sebenarnya mendominasi jumlah pemilih, bahkan bisa mencapai 60 hingga 70 persen. Karena itu perempuan harus tampil di depan untuk mewakili perempuan-perempuan lainnya dalam kehidupan demokrasi,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, Perempuan Indonesia Maju dan Bawaslu Parepare berharap tercipta sinergi yang mampu memperluas edukasi politik di masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan pemilu mendatang yang demokratis, berintegritas, dan berjalan sesuai aturan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *