Parepare Keren Tahap II Berakhir, Disnaker Siapkan Pembinaan Berkelanjutan bagi Alumni

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menuntaskan pelaksanaan Program Pelatihan Parepare Keren (Parepare Kecamatan Entrepreneurship Center) Tahap II Tahun 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan kewirausahaan, tetapi juga memberikan pembekalan lanjutan berupa akses pasar, legalitas usaha, hingga pelatihan kompetensi teknis guna mencetak wirausaha baru yang berdaya saing, Kamis (6/8/2026).

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman, mengatakan pelatihan tahap kedua berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan 124 peserta. Sebelumnya, pada Tahap I yang digelar pertengahan Juli lalu, sebanyak 126 peserta telah mengikuti pelatihan. Dengan demikian, target sebanyak 250 peserta pada tahun 2026 berhasil direalisasikan sesuai perencanaan.

“Alhamdulillah, target pelaksanaan Pelatihan Parepare Keren Tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana. Seluruh peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari usulan 22 kelurahan, mahasiswa, organisasi kepemudaan, alumni pelatihan kerja, pencari kerja, pelaku usaha mikro pemula, hingga masyarakat yang berminat menjadi wirausahawan,” ujar La Ode.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Parepare Keren tahun ini dirancang lebih komprehensif dibandingkan tahun sebelumnya. Selain materi dasar kewirausahaan, peserta juga memperoleh suplementasi berupa pemanfaatan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) sebagai peluang pemasaran produk UMKM, pembekalan sertifikasi halal bekerja sama dengan Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Sulawesi Selatan, serta pendampingan pembuatan akun SIAPKerja Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan agar peserta tidak hanya memahami cara memulai usaha, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai fasilitas pemerintah untuk mengembangkan usahanya.

“Harapan kami, peserta tidak hanya memahami bagaimana memulai usaha, tetapi juga mengetahui berbagai fasilitas pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Disnaker Parepare juga telah memetakan kebutuhan pelatihan kompetensi teknis bagi alumni Parepare Keren Tahap I. Program lanjutan ini direncanakan dilaksanakan melalui kerja sama dengan BPVP Pangkep, BPVP Bantaeng, dan BBPVP Makassar, sesuai nota kesepahaman yang telah ditandatangani Wali Kota Parepare bersama ketiga balai pelatihan tersebut.

Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 11 bidang pelatihan yang diusulkan, di antaranya desain grafis, menjahit, pembuatan abon ikan, pastry, barista, pengelasan, servis sepeda motor injeksi, servis handphone, digital content marketing, tata rias kecantikan, hingga pembuatan makanan beku (frozen food).

La Ode berharap usulan tersebut mendapat persetujuan dari Kementerian Ketenagakerjaan sehingga para alumni Parepare Keren dapat terus memperoleh pembinaan sesuai bidang usaha yang diminati.

“Program Parepare Keren kami desain bukan sekadar pelatihan selama tiga hari. Setelah peserta dibangun pola pikir kewirausahaannya, mereka akan terus didampingi melalui pelatihan kompetensi teknis, perluasan akses pasar, legalitas usaha, hingga pemanfaatan berbagai program pemerintah. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan ini, kami berharap semakin banyak pengusaha baru yang lahir dan berkembang di Kota Parepare,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *