INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Seorang lansia berusia 74 tahun, warga Jalan Drs. Syamsul Alam Bulu, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, diketahui masuk Desil 2, namun hingga kini belum menerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Lurah Lompoe, Asmi, mengatakan pihak kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk mengganti data penerima CPP yang telah ditetapkan. Kelurahan, kata dia, hanya menerima data untuk kemudian memfasilitasi warga penerima manfaat dalam proses penyaluran.
“Data penerima CPP diterima kelurahan untuk difasilitasi ke warga penerima manfaat, jadi kelurahan tidak ada kewenangan untuk mengganti,” kata Asni saat dikonfirmasi melalui via masengger, Rabu (23/9/2026) malam.
Menurut Asmi, warga tersebut sebelumnya memiliki Desil yang lebih tinggi dan baru-baru ini mengalami penurunan menjadi Desil 2. Ia menduga data CPP yang diterima kelurahan masih mengacu pada data sebelumnya.
“Desil yang bersangkutan mengalami turun Desil, di mana sebelumnya Desilnya tinggi. Dimungkinkan data dari Bulog yang kelurahan terima masih mengacu pada Desil sebelumnya,” jelasnya.
Asmi menyebut, warga tersebut sebenarnya merupakan penerima manfaat PBI BPJS Pusat. Selain itu, dengan status Desil 2, warga tersebut memenuhi kriteria Desil 0 sampai 4 untuk diusulkan sebagai penerima pengganti CPP.
Namun, pengusulan tersebut baru dapat dilakukan setelah seluruh penerima pada data pokok dan data cadangan atau pengganti telah mendapatkan bantuan, apabila masih terdapat kuota CPP yang tersisa.
“Kalau data CPP cadangan atau pengganti sudah menerima semua, warga ini bisa dimasukkan karena memiliki Desil 2 yang memenuhi syarat pengganti, yakni Desil 0 sampai 4,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran CPP untuk data pokok saat ini masih berlangsung. Sementara penyaluran data pengganti dilaksanakan pada hari terakhir atau setelah seluruh data pokok selesai disalurkan.
“Data pengganti atau cadangan juga sudah ada, jadi kelurahan hanya memfasilitasi warga untuk datang menerima,” katanya.
Asmi juga menjelaskan bahwa pihak kelurahan sebelumnya telah melakukan pengusulan penurunan Desil terhadap warga tersebut. Hasilnya, Desil warga yang bersangkutan kini turun menjadi Desil 2.
“Pengusulan turun Desil yang kami lakukan di kelurahan, alhamdulillah hasilnya mengalami turun Desil. Kami bukan penentu naik turunnya Desil yang merupakan salah satu syarat mutlak penerima manfaat, tetapi hanya sebatas pengusulan. Turun Desilnya juga baru-baru ini,” jelasnya.
Menurut Asmi, apabila seluruh data pokok dan data cadangan telah tersalurkan namun masih terdapat kuota CPP, pihak kelurahan dapat mencari warga yang memenuhi kriteria, termasuk warga dengan Desil 0 sampai 4 yang dinilai layak untuk diusulkan sebagai penerima.
Sementara itu, Saweda selaku pihak keluarga mengaku baru mengetahui adanya perubahan Desil tersebut setelah melakukan pengecekan.
“Terkait Desil baru-baru ini diberlakukan dan saya tidak tahu kalau adanya penurunan Desil kepada ayah saya karena baru cek Desilnya,” ungkap Saweda. (*)