INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Sat Reskrim Polres Parepare mengusut insiden jatuhnya pekerja pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie. Yang mengakibatkan pekerja tersebut, meninggal dunia, Senin (23/5/2022) lalu.
Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Hasdin mengungkapkan, proses penyelidikan sementara berjalan, sudah ada Tim yang melakukan pengusutan.
” Sementara berjalan, Tim masih melakukan pengusutan. Sudah ada dua orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan, “ujarnya.
Sat Reskrim Polres Parepare, selain melakukan pengumpulan keterangan, juga beberapa orang yang dipanggil sebagai saksi yang ada pada insiden itu terjadi.
” Namun yang ada ketika kejadian itu, yang kita usaha akan kita panggil. Kita lidik dulu, mudah-mudahan terungkap, “ucapnya.
Selain itu, AKP Hasdin akan menginformasikan lebih lanjut hasil lidik Sat Reskrim Polres Parepare.
” Perkembangannya nanti seperti apa. Dan apa yang sudah dilakukan teman-teman, akan kami sampaikan lagi, “bebernya.
Terkait dugaan kelalaian atas insiden ini, Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Hasdin mengatakan, ini kecelakaan, namun pasti tetap ada yang bertanggung jawab.
” Pasti ada yang bertanggung jawab, apakah dari kontraktor itu yang menugaskan kelompok pekerjanya disitu, “katanya.
Terpisah, Plt Kadis PUPR Parepare, Samsuddin Taha membenarkan adanya salah seorang pekerja bangunan Masjid Terapung BJ Habibie yang mengalami kecelakaan kerja.
Selain itu, Samsuddin Taha menjelaskan, pekerja tersebut sementara mengerjakan plasteran pada plat dibawah kubah Masjid.
” Beliau mengerjakan plasteran plat atas yang ada dibawah kubah dilantai tiga, kan sudah mau finishing, “jelasnya.
Sebelumnya, diberitakan. Penanggungjawab lapangan, Fredi menyampaikan kronologi kejadian insiden tersebut. Korban, kata dia, saat itu bertugas di lantai tiga sebagai operator untuk mengangkut semen dari lantai dasar menggunakan mesin katrol.
“Jadi operator mesin katrol untuk angkut semen di lantai tiga, terus tiba-tiba terjatuh. Kita juga kaget,” ujar dia.
Menurut Fredi, dari keterangan rekan kerjanya, ada dua kemungkinan korban terjatuh, yakni beban semen yang diangkut terlalu berat sehingga mesin katrol dan korban tertarik jatuh ke bawah.
Korban, Randi (24) diketahui merupakan anak pertama dari dua bersaudara, yang terjatuh saat sedang mengerjakan pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie. Korban meninggalkan istri dan anak yang masih berumur 4 Tahun.
Randi disemayamkan di Lariangnyareng, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki Kota Parepare Sulawesi Selatan.
Samsuddin Taha mengatakan, pihaknya telah pergi ke rumah duka sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Iye, korban juga sudah terdaftar atau memiliki asuransi ketenagakerjaan dari perusahaan tempatnya bekerja,” ujarnya.
Senada disampaikan, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Parepare, Kausariah Sudirman, dan Camat Bacukiki, Saharuddin, mengatakan yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Iye, proyek pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.(ss/7ar)