• Rab. Apr 24th, 2024

Kasus Meninggalnya Pelayan Cafe Remang-Remang Di Pinrang, Menuai Sorotan Dugaan Indikasi Eksploitasi Anak

INSIDENNEWS.com, PINRANG– Kasus kematian pelayan cafe remang-remang berinisial FA (13), warga asal Tamalate, Kota Makassar, kini menjadi perbincangan hangat di tengah dugaan kasus penganiayaan yang berujung pada kematian gadis tersebut. Namun, sorotan semakin meningkat terhadap keberadaannya dalam dunia cafe berkonsep bar atau club skala kecil ini.

Salah satu warga Pinrang, Amrihin, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut. Dia menyoroti pentingnya adanya pengaturan dalam dunia cafe remang-remang, yang seharusnya mengedepankan aspek kemanusiaan, terutama terhadap anak-anak di bawah umur.

“Kami selaku warga Pinrang sangat prihatin, bayangkan anak usia segitu bekerja dalam lingkungan yang seharusnya tidak pantas bagi mereka, seperti bergumul dengan penikmat miras,” ungkapnya, Sabtu 30 Maret 2024.

Amrihin berharap bahwa proses hukum terkait kasus ini tidak hanya berfokus pada dugaan penganiayaan, tetapi juga mengusut kemungkinan adanya eksploitasi anak. Bahkan, jika terbukti masif, kasus ini dapat masuk dalam ranah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Andi Reza Pahlawan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian terus mendalami kasus kematian pelayan cafe di Kota Pinrang ini, khususnya dalam menelusuri segala dugaan yang bisa terindikasi.

“Kami masih dalam proses penyelidikan. Jika ada indikasi eksploitasi anak atau TPPO, pasti akan kami kabari melalui media,” jelasnya.(*)

By redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *