INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Banyak warganet mengunggah gambar pita hitam disertai tagar #TOLAKTMTSERENTAK, #SAVECASN2024, dan #TOLAKKEBIJAKANTMTSERENTAK sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Tagar-tagar tersebut mulai ramai diperbincangkan di media sosial sebagai reaksi terhadap penundaan pengangkatan yang telah diumumkan oleh pemerintah.
Para calon aparatur sipil negara (CASN) tak sedikit yang merasa kecewa. Banyak dari mereka yang terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya dengan harapan dapat diangkat menjadi CPNS atau PPPK. Namun, dengan mundurnya jadwal pengangkatan, mereka harus menganggur berbulan-bulan tanpa kepastian.
Di tengah protes yang menggema di media sosial, Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB, Mohammad Averrouce, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk menunda pengangkatan CPNS dan PPPK merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah dan DPR.
Meski begitu, Averrouce menyampaikan rasa terima kasih atas saran dan masukan yang disampaikan oleh warganet, yang menurutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dan evaluasi kebijakan di masa mendatang.
“Terima kasih atas saran dan masukan yang disampaikan, sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam penyusunan dan evaluasi kebijakan untuk dibahas bersama DPR RI dan stakeholder terkait,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.
Dengan semakin meluasnya protes dari masyarakat, diharapkan adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap dampak kebijakan ini bagi calon aparatur sipil negara yang tengah menunggu kepastian nasib mereka.(*)