Imigrasi Parepare Luncurkan Empat Inovasi Layanan Berbasis Kearifan Lokal Menuju Predikat WBBM

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Dalam rangka meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare terus melakukan pembenahan dengan menghadirkan berbagai terobosan dalam pelayanan publik. Salah satu langkah nyata adalah peluncuran empat inovasi layanan terbaru yang tidak hanya mencerminkan reformasi birokrasi, tetapi juga memanfaatkan kearifan lokal melalui penggunaan bahasa Bugis dan ikon khas Kota Parepare.

Keempat inovasi tersebut diberi nama yang unik dan mudah diingat, seperti Appatuju, Pastuju, Mantau Pare, dan Qurma. Penamaan ini sengaja dipilih untuk mendekatkan layanan imigrasi kepada masyarakat melalui nuansa budaya lokal yang akrab di telinga.

Kepala Kantor Imigrasi Parepare, Ade Yanuar Ikbal, menjelaskan bahwa inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menuntut pelayanan cepat, mudah diakses, dan humanis. “Inovasi ini hadir untuk memberikan kemudahan akses serta menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan mobilitas,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Meskipun tidak dapat hadir langsung dalam sesi jumpa pers yang digelar di Sobat Kopi, Senin (21/7/2025), paparan lengkap disampaikan oleh Ira dan rekannya dari divisi pelayanan masyarakat Imigrasi Parepare.

Berikut empat inovasi layanan unggulan yang diluncurkan:

1. Appatuju (Ambil Paspor di Luar Jam Kerja)
dimana layanan ini memungkinkan pemohon mengambil paspor di luar jam kerja reguler, yaitu pukul 16.00 hingga 19.00 WITA. Inovasi ini memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat yang tidak dapat hadir di jam operasional kantor.

2. Pastuju (Paspor Sampai Tujuan)
Layanan ini menghadirkan fasilitas pengantaran paspor langsung ke alamat pemohon, khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan warga yang sedang sakit. Pastuju merupakan bentuk pelayanan inklusif dan berorientasi pada kepedulian sosial.

3. Mantau Pare (Manajemen Antrean Terintegrasi)
Terinspirasi dari kuliner khas Parepare, inovasi ini menggunakan sistem wireless calling untuk pemanggilan antrean secara real-time. Pemohon akan diberi alat penanda yang berbunyi saat giliran tiba, menciptakan pengalaman antre yang efisien dan nyaman.

4. Qurma (QR Code untuk Masyarakat)
Qurma memberikan kemudahan akses informasi melalui pemindaian QR Code. Masyarakat dapat langsung memperoleh informasi layanan, formulir, kanal pengaduan, serta akses ke media sosial resmi Imigrasi Parepare dengan lebih praktis.

“Inovasi-inovasi ini kami hadirkan sebagai bukti komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin menciptakan birokrasi yang melayani dengan sepenuh hati, bukan sekadar formalitas,” tambah Ade Yanuar.

Untuk informasi lebih lanjut atau pengaduan, masyarakat dapat menghubungi nomor layanan resmi di 0811-4125-5555.

Dengan semangat berinovasi dan pelayanan prima berbasis kearifan lokal, Kantor Imigrasi Parepare optimis mampu meraih predikat WBBM dan terus mendorong terciptanya pelayanan publik yang berkualitas, inklusif, dan berintegritas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *