INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Andi Aderus, resmi mendaftarkan diri sebagai pendaftar pertama calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Kedatangannya di kampus tersebut disambut langsung oleh Panitia Penjaringan Rektor IAIN Parepare, Jumat (9/1/2026).
Prof. Andi Aderus tiba dari Makassar didampingi sejumlah koleganya, termasuk Prof. Sudirman. Dalam keterangannya kepada awak media, ia mengapresiasi kesiapan panitia yang dinilainya telah menjalankan seluruh tahapan pendaftaran dengan baik dan lancar.
“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Kami datang ke Parepare mendaftar sebagai anak bangsa yang tentu ingin melihat IAIN Parepare jauh lebih maju lagi,” ujar Aderus.
Dalam pemaparannya, Aderus menekankan pentingnya akselerasi status kelembagaan IAIN Parepare. Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi negeri memiliki tiga tingkatan status, yakni Satuan Kerja (Satker) Biasa, Badan Layanan Umum (BLU), dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Saat ini, IAIN Parepare masih berstatus Satker Biasa. Menurutnya, jika amanah diberikan, pihaknya akan mendorong peningkatan status kelembagaan, baik menuju transformasi IAIN menjadi UIN Parepare maupun peningkatan status dari Satker Biasa ke BLU.
“Nah, IAIN Parepare masih berada pada Satker Biasa. Mudah-mudahan kalau amanah diberikan kepada kami, bisa digenjot. Di samping menggenjot menjadi IAIN ke UIN Parepare, juga sekaligus barangkali bisa beranjak dari Satker Biasa ke BLU,” paparnya.
Ia menilai perubahan status menjadi BLU akan memberikan fleksibilitas yang lebih luas bagi kampus dalam mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri, sehingga tidak hanya bergantung pada anggaran rutin pemerintah.
“Dengan adanya BLU, lebih mudah kita mengembangkan universitas karena tidak hanya berdasar pada anggaran rupiah murni, tetapi juga mendorong seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan pendapatan,” jelasnya.
Aderus optimistis peningkatan status kelembagaan tersebut akan berdampak positif bagi kemajuan institusi, dosen, dan mahasiswa. Langkahnya sebagai pendaftar pertama diharapkan menjadi pembuka proses seleksi yang kompetitif demi masa depan IAIN Parepare yang lebih progresif dan berdaya saing. (*)