KPU Mengajar Hadir di Dua SMA Negeri Parepare, Perkuat Literasi Demokrasi Pelajar

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare kembali menghadirkan program “KPU Mengajar” di dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri, yakni SMAN 2 Parepare dan SMAN 3 Parepare, sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelajar tentang demokrasi, pemilu, serta pentingnya inklusi dan aksesibilitas dalam proses kepemiluan, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan sosialisasi ini menyasar puluhan siswa dari masing-masing sekolah dan dipandu langsung oleh komisioner KPU Kota Parepare. Materi yang disampaikan meliputi demokrasi dan pemilu, tujuan pemilu, asas dan prinsip pemilu, hingga peran pemilih pemula dalam menyukseskan pesta demokrasi.

Di SMAN 2 Parepare, sosialisasi berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WITA dengan peserta sebanyak 60 siswa kelas X dan XII. Pemateri Ahmad Perdana Putra, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Parepare, menyampaikan materi sekaligus memandu diskusi kelompok sebagai bentuk praktik demokrasi langsung. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam menyampaikan pendapat dan hasil diskusi.

Sementara itu, di SMAN 3 Parepare, kegiatan diisi oleh Ilham H. Muhtar, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Parepare. Selain pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif yang mampu menarik perhatian peserta serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai pemilu dan demokrasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Sub Bagian Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM beserta staf KPU Kota Parepare sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pendidikan pemilih di lingkungan sekolah.

Acara ditutup dengan penggaungan tagline khas program “KPU Mengajar”, yakni “Jemput Pemilih dari Sekolah”, yang diikuti oleh seluruh peserta dan pemateri.

Program KPU Mengajar merupakan inisiatif KPU Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, guna membangun kesadaran generasi muda akan hak dan kewajiban mereka dalam demokrasi dan pemilu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *